SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Himalika) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM) sukses menyelenggarakan Seminar Karya Tulis Ilmiah dengan tema ''Beyond the Page: Langkah Awal Mahasiswa menuju Prestasi melalui Karya Ilmiah'' pada Sabtu 4 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting itu diikuti 121 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Undip, Udinus, Upgris, UIN Walisongo, Unimus, Unwahas, Polines dan USM.
Baca juga: Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global, USM LCC Pererat Kolaborasi Lintas Prodi
Kegiatan menghadirkan narasumber, Mahasiswa Berprestasi Akademik Tingkat Nasional 2022, Andre Ferdiawan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Ketua Pelaksana seminar, Daffa Tsaqif Abrizam mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi melalui riset dan inovasi.
''Kami berharap, setelah kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teknik penulisan karya ilmiah, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengembangkan ide, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya yang berdampak. Selan itu semangat berkarya yang tumbuh melalui Beyond the Page dapat terus berlanjut, melahirkan kolaborasi, inovasi, serta prestasi yang membawa nama baik kampus maupun Indonesia di tingkat nasional dan internasional,'' ujarnya.
Dia menambahkan, seminar tersebut mengajak mahasiswa untuk melihat karya tulis ilmiah bukan sekadar tugas akademik, melainkan sebagai media untuk menciptakan solusi, inovasi, dan perubahan.
''Melalui kegiatan ini, semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang terdorong untuk aktif meneliti, berkarya, dan berprestasi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa,'' ungkapnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Andre membagikan motivasi, strategi, serta pengalamannya dalam membangun rekam jejak prestasi melalui karya tulis ilmiah.
Baca juga: 10 Tahun Menjaga Warisan: Borobudur Marathon 2026 Hadir Lebih Megah dengan 12.500 Pelari
Dia juga mengajak peserta untuk berani memulai, terus belajar, dan menjadikan karya ilmiah sebagai langkah nyata dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Selama seminar berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi mengenai teknik menyusun karya tulis ilmiah yang sistematis, cara menemukan ide penelitian yang relevan, strategi mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah, hingga tips membangun konsistensi dalam menghasilkan karya yang berkualitas.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, sehingga seminar tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana bertukar pengalaman antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. (Aji)
