SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tampil tenang, fokus, dan penuh percaya diri mengantarkan Khaira Ummah meraih juara pertama kategori putri Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang digelar Pesantren Tahfidz Alqur’an MAJT–Baznas Jawa Tengah yang digelar di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Sabtu 7 Maret 2026 lalu.
Khaira yang merupakan peserta termuda kedua dalam kompetisi tersebut mampu menyisihkan para finalis lain. Dari 10 finalis yang tampil—lima putra dan lima putri—dia berhasil meraih nilai tertinggi di kategori putri dengan skor 97,68.
Baca juga: Hulun Peduli Indonesia Hadir Bahagiakan Mayarakat Gaza di Bulan Ramadan
Pengumuman juara dilakukan pada acara Kurma yang berlangsung Sabtu sore. Saat namanya disebut sebagai juara pertama, suasana ruangan dipenuhi tepuk tangan meriah dari penonton.
Keberhasilan Khaira cukup mengejutkan sekaligus membanggakan. Meskipun usianya masih sangat muda, penampilannya di atas panggung terlihat matang dan meyakinkan.
Saat tampil di hadapan dewan juri bersama empat finalis putri lainnya, Khaira tercatat sebagai peserta dengan kesalahan paling minim. Bacaan Al-Qur’annya dinilai memiliki irama yang merdu, makharijul huruf yang jelas, serta tajwid yang rapi. Dia sebenarnya baru pertama kali terjun ke even nasional. Januari 2026 lalu di Banyuanyar Pamekasan, pada even MHQ tingkat ASEAN di Banyuanyar, Pamekasan, Khaira menjadi juara harapan III.
Tak hanya itu, penguasaan panggungnya juga terlihat kuat. Bahkan dari lima finalis putri yang tampil, Khaira menjadi satu-satunya peserta yang langsung mendapat tepuk tangan paling meriah dari penonton setelah menyelesaikan bacaannya.
Baca juga: Pesantren Ramadan MAJT Bekali 60 Siswa SD dengan Pendidikan Islam dan Karakter
Gadis yang lahir di Tulungagung, 6 Agustus 2014 ini saat ini tercatat sebagai siswa kelas V SDIT Hidayatul Mubtadi’ien. Ia berasal dari Dusun Balekambang, Desa Balesono, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Khaira mengaku mengikuti lomba MHQ bukan semata untuk meraih kemenangan. Baginya, ajang tersebut menjadi sarana untuk murojaah atau menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Alhamdulillah. Saya menang karena takdir Allah. Kehadiran saya di sini, juga untuk tholabul ilmi, karena bisa bertemu teman-teman serta ustaz dan ustazah Ahlul Qur’an,” tutur Khaira.
Baca juga: Pesantren Ramadan MAJT Bekali 60 Siswa SD dengan Pendidikan Islam dan Karakter
Persiapan lomba dilakukan dengan disiplin. Ia rutin melakukan murojaah hafalan, berlatih sambung ayat bersama orang tua, menjaga kesehatan, serta memperbanyak doa agar diberi kelancaran saat tampil.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil manis. Atas prestasi yang diraih, Khaira membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, yang terdiri dari Rp 3 juta dari panitia dan tambahan Rp 2 juta dari Baznas Jawa Tengah.
Dalam ajang tersebut, seluruh finalis yang tampil juga mendapatkan tambahan uang saku Rp 2 juta dari Baznas Jateng, meskipun nilai uang pembinaan dari panitia berbeda sesuai dengan peringkat yang diraih.
Khaira mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada dewan juri dan panitia yang telah memberikan kesempatan untuk masuk grand final. Semoga Pesantren Tahfidz Alqur’an MAJT semakin berkah, maju, dan sukses,” katanya.
Dia memiliki motto hidup sederhana namun kuat: jika seseorang bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan, maka Allah akan memberikan jalan.
Ke depan, Khaira bercita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Tokoh yang menjadi inspirasinya adalah Ustadzah Nafisatul Millah. (Aji)
