Helo Indonesia

Wali Kota Semarang Tarling dan Bagikan 300 Al-Quran di Lapas Perempuan Bulu

Selasa, 10 Maret 2026 08:09
    Bagikan  
Wali Kota Semarang Tarling dan Bagikan 300 Al-Quran di Lapas Perempuan Bulu

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng beri sambutan di Lapas Perempuan Bulu saat hadiri tarling

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri kegiatan silaturahmi Ramadan melalui agenda Tarawih Keliling (Tarling) bersama keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang pada Minggu malam 8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan pesan harapan dan semangat memperbaiki diri di bulan suci Ramadan 1447 H.

Baca juga: Ingatkan Pengadaan Barang-Jasa di Pekalongan, Gubernur Luthfi: No Titip, No Jastip!

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menyampaikan bahwa Ramadan selalu membawa pesan universal tentang kesempatan bagi setiap manusia untuk menata kembali langkah kehidupan menuju arah yang lebih baik.

“Ramadan selalu datang membawa pesan yang sama, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk maju, memperbaiki diri, menata ulang langkah, dan membuka lembaran kehidupan yang lebih baik,” ujar Agustina di hadapan para warga binaan.

Agustina juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan di Lapas Perempuan Bulu. Menurutnya, kegiatan seperti urban farming, pelatihan pembuatan roti, hingga fasilitas salon kecantikan merupakan bentuk pembinaan yang baik dalam membekali keterampilan bagi para warga binaan.

Bekal Berharga

Agustina berharap keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan bisa menjadi bekal berharga ketika para warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Saya yakin panjenengan semua dapat menjalani hari-hari di sini dengan baik. Manfaatkan waktu untuk mencari bekal. Kalau sudah memiliki ilmu dan keterampilan, nanti di luar bisa menjadi entrepreneur,” ungkapnya memberikan semangat.

Selain menyapa warga binaan, Agustina juga memberikan apresiasi kepada para petugas Lapas yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan empati. Ia menilai peran petugas Lapas tidak hanya sebagai aparatur yang menjalankan tugas administratif, tetapi juga sebagai pendamping bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.

“Tantangan bagi para petugas seringkali adalah menjadi tempat berbagi cerita dan sandaran bagi mereka yang sedang rapuh. Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pegawai, tetapi juga menjalankan peran kemanusiaan yang sangat mulia,” tambahnya.

Baca juga: Skin Booster, Metode Medis untuk Melawan Penuaan Dini

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Ade Agustina, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Semarang terhadap proses pembinaan warga binaan.

Ia menuturkan bahwa suasana kebersamaan dan toleransi di lingkungan Lapas terus dijaga, sekaligus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang humanis.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi hal yang sangat penting. Karena itu kami, baik warga binaan maupun pegawai, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ade. (Aji)