Helo Indonesia

Pembangunan Yonif TNI AD di Tubaba Makin Dekat, Pemkab Siapkan Lahan hingga 100 Hektare

1 jam 30 menit lalu
    Bagikan  
Pembangunan Yonif TNI AD di Tubaba Makin Dekat, Pemkab Siapkan Lahan hingga 100 Hektare

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung,

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) TNI Angkatan Darat (AD).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi penyediaan lahan, koordinasi lintas instansi, hingga pengawalan proses administrasi di tingkat pemerintah pusat.

Hingga Senin (13/7/2026), proses penyiapan lahan terus bergulir dan kini telah memasuki tahapan administrasi yang melibatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), PTPN I Regional 7, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Tubaba, Doni Marison, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti surat permohonan dari Kodim 0412/Lampung Utara mengenai kebutuhan lahan pembangunan Yonif TP TNI AD.

Menurut Doni, karena Pemkab Tubaba tidak memiliki aset tanah yang dapat langsung dialokasikan, pemerintah daerah mengambil peran sebagai fasilitator dengan mengidentifikasi sejumlah lokasi yang dinilai layak.

"Hasil identifikasi menunjukkan kawasan Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, menjadi lokasi yang paling memenuhi kriteria untuk pembangunan Yonif TP," ujar Doni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Sebagai langkah awal, pada 10 Maret 2026 dilakukan peninjauan lapangan yang melibatkan Wakil Bupati Tubaba, Kodim 0412/Lampung Utara, Kejaksaan Negeri Tubaba, Polres Tubaba, Badan Pertanahan Nasional (BPN), organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah tiyuh, hingga tokoh masyarakat.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kelayakan lokasi sekaligus membangun kesepahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap rencana pembangunan satuan TNI tersebut.

Tahapan berikutnya dilakukan pada 30 April 2026 melalui audiensi antara Pemkab Tubaba, Kodim 0412/Lampung Utara, BPN, dan PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung.

Dari hasil pertemuan itu, PTPN I Regional 7 pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap pemanfaatan lahan sebagai lokasi pembangunan Yonif TP TNI AD, dengan catatan seluruh proses administrasi tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lahan yang diusulkan berada di Tiyuh Pagar Dewa dengan luas sekitar 50 hingga 100 hektare. Berdasarkan hasil identifikasi, lahan tersebut merupakan bekas Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 11 Tahun 1997 milik PTPN I Regional 7 yang masa berlakunya telah berakhir.

Untuk mempercepat realisasi rencana tersebut, Pemkab Tubaba telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari identifikasi lokasi, koordinasi intensif dengan BPN, peninjauan lapangan, audiensi bersama PTPN I Regional 7, hingga menyampaikan surat resmi kepada Kementerian ATR/BPN agar proses administrasi dapat segera ditindaklanjuti bersama PTPN Pusat.

Selain aspek administrasi, pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi sebagai upaya membangun dukungan terhadap pembangunan batalyon.

Doni menegaskan, peran Pemkab Tubaba sebatas sebagai fasilitator penyediaan lahan dan penghubung antara Kodim, PTPN, BPN, pemerintah pusat, serta masyarakat.

Sementara penetapan status hukum lahan, mekanisme pengalihan hak, hingga bentuk pemanfaatannya merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian ATR/BPN bersama PTPN.

"Proses administrasi saat ini masih berjalan di tingkat pemerintah pusat. Pemkab Tubaba akan terus mengoptimalkan fungsi koordinasi dan fasilitasi agar seluruh tahapan yang menjadi kewenangan daerah dapat berjalan lancar demi mendukung pembangunan Yonif TP TNI AD di Tubaba," jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah belum dapat memastikan target waktu penyelesaian administrasi maupun dimulainya pembangunan karena seluruh penetapan status lahan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

"Namun kami memastikan komitmen penuh untuk terus mengawal proses ini melalui koordinasi dengan seluruh pihak terkait, sehingga pembangunan Yonif TP TNI AD di Tubaba dapat terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Doni.

Pembangunan Yonif Infanteri Teritorial Pembangunan TNI AD di Tubaba diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara di wilayah Lampung, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan kawasan melalui peningkatan infrastruktur, aktivitas ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.
(Rohman)