LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Untuk yang kesekian kalinya, gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi dan BBM mentah untuk oplosan ludes terbakar di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (18/3/2026).
Gudang yang berada di belakang pabrik es arah Tugu Cokelat terbakar sekitar pukul 21.30 WIB. Hingga pukul 22.38 WIB, empat unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) berjuang menaklukan amukan si jago merah. Damkarmat menerima informasi pukul 21.45 WIB.

Di dalam gudang yang terkunci tersebut, ada tangki-tangki atau tandon berkapasitas besar BBM. Satu mobil tangki BBM juga ikut terbakar. Warga selama ini tak menyangka jika gudang tersebut ternyata banyak menampung BBM yang diduga ilegal. Banyak memang kendaraan keluar-masuk gudang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran tempat penimbunan BBM ilegal di wilayah Lampung. Terakhir, 3 Maret 2026, gudang serupa juga ludes terbakar di Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan.
2021
Kebakaran pertama kali terjadi sekitar tahun 2021. Api melalap sebagian gudang yang digunakan untuk menyimpan BBM. Warga menemukan sejumlah tandon penampungan di lokasi.
Kejadian berlangsung pada malam hari dan sempat membuat panik warga sekitar karena kobaran api cukup besar. Tidak ada korban jiwa, namun peristiwa ini mulai memunculkan dugaan aktivitas penimbunan BBM subsidi.
2023
Kebakaran kembali terulang pada tahun 2023. Pola kejadian hampir sama dengan peristiwa sebelumnya, api muncul dari dalam area gudang dan diduga dipicu instalasi listrik.
Petugas pemadam kebakaran kembali dikerahkan. Meski sempat ditangani aparat, warga mengaku aktivitas bongkar muat BBM kembali berjalan tidak lama setelah kebakaran.
2026
Pada Selasa (3/3/2026) menjelang Magrib, gudang yang sama kembali terbakar. Di lokasi kejadian terlihat sejumlah bekas tandon penampungan BBM. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. (HBM)
