SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Masa keemasan tenis junior nasional kembali dihidupkan di Kota Semarang. Setelah sempat vakum selama dua tahun, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Piala Tugu Muda 2026 dipastikan kembali digelar pada 22–27 Juni mendatang.
Turnamen legendaris yang telah berlangsung sejak 1982 itu kini disiapkan lebih besar dengan target 450 petenis junior dari berbagai penjuru Indonesia.
Ketua Panitia Kejurnas Tenis Tugu Muda Cup 2026, Prof Dr Masrukhi MPd, mengatakan Tugu Muda Cup bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Ajang tersebut memiliki sejarah panjang dalam melahirkan petenis nasional, salah satunya legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki.
Menurutnya, turnamen sempat vakum pada 2023 dan 2024. Namun, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dalam pembinaan olahraga, kejuaraan kembali digelar pada Oktober 2025 dan mendapat sambutan luar biasa. Saat itu, jumlah peserta mencapai 299 atlet junior hingga membuat tingkat hunian hotel di Kota Semarang meningkat tajam.

Masrukhi menilai jadwal penyelenggaraan pada Oktober kurang ideal karena tidak bertepatan dengan masa liburan sekolah. Karena itu, tahun ini kejuaraan dipindahkan ke akhir Juni agar partisipasi atlet lebih maksimal.
“Tahun lalu dilaksanakan Oktober, ternyata kurang tepat karena tidak musim liburan sekolah. Tahun ini kami gelar 22 sampai 27 Juni,” ujar Masrukhi dalam konferensi pers di kampus Unimus, Kamis 21 Mei 2026.
Karena digelar saat musim liburan sekolah, jumlah peserta tahun ini diperkirakan melonjak hingga 450 atlet. Panitia bahkan memprediksi lonjakan pendaftaran akan terjadi menjelang penutupan.
“H-7 biasanya peserta mulai membeludak,” tandas Prof Masrukhi didampingi Ketua Umum Pengprov Pelti Jateng Samarinda dan Wakil Ketua Soedjatmiko.
Dalam kejurnas kali ini, panitia mempertandingkan kelompok umur 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun. Seluruh pertandingan akan tersebar di sejumlah lapangan tenis di Kota Semarang dengan total 14 court yang digunakan.
Lapangan Tenis Unity dipakai untuk kategori KU 8 dan 10 tahun. Sementara pertandingan KU 12 dan 14 berlangsung di kawasan Jatidiri. Adapun kategori KU 16 digelar di Universitas Negeri Semarang dan KU 18 di Universitas Muhammadiyah Semarang.
Penyelenggaraan Tugu Muda Cup 2026 melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai Pelti Jawa Tengah, KONI Jawa Tengah, hingga sejumlah perguruan tinggi di Semarang seperti Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Dian Nuswantoro.
Panitia juga melibatkan wasit bersertifikat nasional untuk menjaga kualitas pertandingan. Sementara ekaligus mendukung pembinaan atlet muda secara terukur.
Tak hanya fokus pada kualitas kompetisi, panitia memastikan aspek kesehatan dan keselamatan atlet menjadi perhatian utama selama turnamen berlangsung. Penanganan medis disiapkan sesuai standar untuk mengantisipasi cedera di lapangan.
“Kami terapkan protokol kesehatan dan keselamatan atlet sesuai standar. Jika ada cedera, akan tertangani sebaik-baiknya,” tambah Masrukhi.
Ia juga mengungkapkan, mulai tahun 2026 Tugu Muda Cup akan masuk dalam Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), lembaga resmi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang bertugas mengelola dan mengembangkan bakat serta prestasi peserta didik di seluruh Indonesia. Dengan demikian, poin yang diperoleh atlet dari kejuaraan tersebut dapat digunakan untuk menunjang jenjang pembinaan dan kompetisi yang lebih tinggi.
“Sehingga pembinaan di usia-usia muda bisa lebih terukur,” jelasnya.
Ketua Umum Pelti Jateng Samarinda, mengapresiasi terselenggaranya kembali kejurnas tersebut. Menurutnya, ajang seperti Tugu Muda Cup menjadi wadah penting dalam melahirkan bibit-bibit atlet tenis potensial dari berbagai daerah.
“Terima kasih telah memfasilitasi untuk melahirkan bibit-bibit atlet tenis,” katanya.
Jaga Keberlanjutan
Sementara itu, Wakil Ketua Pelti Jateng Soedjatmiko, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan Tugu Muda Cup agar terus digelar setiap tahun. Bahkan, sejumlah provinsi luar Jawa seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mulai menjalin komunikasi untuk ikut ambil bagian dalam turnamen tahun ini.
“Kami berkomitmen menyelenggarakan kembali. Kami sudah berkomunikasi dengan banyak pihak,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun lalu mendapat apresiasi positif dari para peserta maupun pendamping atlet. Mereka merasa puas dengan atmosfer pertandingan serta fasilitas yang disiapkan panitia selama kejuaraan berlangsung.
Tak hanya itu, para juara juga akan mendapatkan berbagai bentuk penghargaan tambahan yang jarang ditemui di kejuaraan lain. Mulai beasiswa pendidikan dari Universitas Dian Nuswantoro hingga tabungan dari Bank Mandiri.
“Ini tidak ada di kejuaraan lain. Sehingga orang tua atlet sangat dihargai, apalagi yang datang dari luar provinsi,” tambah Soedjatmiko. (Aji)
