Helo Indonesia

Diduga Terbawa Arus Air Selokan saat Hujan, Balita di Bukateja Meninggal Dunia

Jumat, 3 April 2026 07:55
    Bagikan  
Diduga Terbawa Arus Air Selokan saat Hujan, Balita di Bukateja Meninggal Dunia

Petugas Polsek Bukateja saat menunjukkan selokan lokasi terseretnya balita yang meninggal

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Suasana hujan deras pada Kamis sore 2 April 2026 di Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga seketika berubah menjadi duka mendalam. Seorang balita berinisial AFF (3) ditemukan tidak bernyawa di sebuah selokan desa setempat. Korban diduga kuat terpeleset dan terseret arus selokan yang meluap akibat hujan lebat.

Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengatakan pihaknya menerima laporan dari perangkat desa terkait penemuan balita dalam kondisi meninggal dunia di selokan wilayah Desa Cipawon.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Polsek Bukateja langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan," jelas Kapolsek.

Baca juga: Nawal Yasin Gandeng BKKBN Jateng: Gempur Stunting hingga Kawal Mental Generasi Muda

Menurut keterangan orang tua korban, Sudrajat (38), kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan deras turun. Saat itu, keluarga berada di dalam rumah dan tidak menyadari bahwa AFF keluar untuk bermain hujan di depan rumah.

Orang tua korban bersama warga kemudian sempat melakukan pencarian karena balita tersebut tidak ada di sekitar rumah. Akhirnya balita tersebut ditemukan dalam keadaan tergeletak di dalam selokan.

“Diduga korban terpeleset dan jatuh ke selokan yang saat itu dialiri air deras. Korban kemudian terbawa arus sejauh kurang lebih 150 meter dari rumahnya,” ujar Kapolsek.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun hasil pemeriksaan oleh dikter diketahui korban sudah meninggal dunia.

"Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah kepada tindak pidana," ungkap Kapolsek.

Baca juga: Terjun ke Sungai Hindari Penggerebekan, Tersangka Narkoba Malah Tewas di Lampura

Kapolsek menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak balita, terutama saat hujan deras, guna mencegah kejadian serupa terulang," pesan Kapolsek. (Aji)