Helo Indonesia

Nawal Yasin Gandeng BKKBN Jateng: Gempur Stunting hingga Kawal Mental Generasi Muda

Jumat, 3 April 2026 07:02
    Bagikan  
Nawal Yasin Gandeng BKKBN Jateng: Gempur Stunting hingga Kawal Mental Generasi Muda

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin saat menerima Kaper BKKBN Jateng Rusman Efendi beserta rombongan di rumah dinas wagub

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Gerakan masif guna membentuk keluarga berkualitas di Jawa Tengah terus digeber. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin MSi menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah untuk memperkuat program strategis daerah.

Langkah taktis ini diwujudkan melalui penjajakan sinergi dan kolaborasi program antara TP PKK, TP Posyandu, dan BKKBN. Ketiga lembaga ini memang memiliki core value dan fokus yang sama: pembangunan keluarga berkualitas dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Baca juga: Perkuat Sinergi Akademik, Pascasarjana USM Jalin Kolaborasi Strategis dengan Bea Cukai Tanjung Emas

Menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Nawal mengatakan, kesamaan fokus tersebut menjadi dasar penting untuk mengintegrasikan berbagai program, agar lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

"Kami menjajaki kerja sama, sinergitas, kolaborasi dengan BKKBN, karena program antara PKK Posyandu dan BKKBN ini saling beririsan. Sehingga kami kemudian memetakan apa saja yang kemudian bisa dikolaborasikan," kata isteri Wagub Jateng itu, seusai menerima jajaran Perwakilan BKKBN Jateng di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis 2 April 2026.

Nawal mencontohkan, dalam upaya pencegahan stunting serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), TP PKK dan TP Posyandu memiliki program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).

Sementara itu, BKKBN menjalankan sejumlah program, seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting), serta penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

"Mengenai layanan PAUD, mereka (BKKBN) punya program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), kami punya program PAUD Emas di Posyandu," ucap Nawal, yang juga Bunda PAUD Jateng tersebut.

Baca juga: Gurih Berlapis-lapis, Almond Pistachio Charcoal Croissant Pas Buat Teman Ngopi di Pagi atau Sore Hari

Selain itu, kolaborasi juga akan dilakukan pada pengasuhan keluarga di era digital. Program Paaredi (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) PKK Jateng, program Cilukba (Crito lan Dolanan Kaliyan Bapak) TP Posyandu, akan disinergikan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) milik BKKBN.

Sinergi tersebut juga direncanakan mencakup program-program pencegahan perkawinan anak, perlindungan lansia, serta layanan kesehatan mental bagi anak, perempuan, remaja, penyandang disabilitas, dan keluarga. Hal itu sekaligus mendukung program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Kesehatan Mental

Nawal menambahkan, pihaknya juga tertarik dengan layanan konsultasi keluarga berbasis digital milik BKKBN Jawa Tengah, melalui platform BahteraCinta.id. Menurutnya, layanan tersebut berpotensi dikolaborasikan dengan TP Posyandu, yang juga memiliki layanan kesehatan mental.

Baca juga: Terjatuh ke Sungai Gondel, Wanita di Blora Ditemukan Meninggal Dunia 1 Km dari Lokasi Kejadian

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi angin segar di tengah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap masalah kesehatan mental, yang dapat berujung pada tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

"Sehingga ini bisa menjadi salah satu program yang sangat baik, dengan adanya layanan konsultasi psikis yang itu platform-nya diampu oleh psikolog sendiri bukan AI," ungkap istri Wakil Gubernur Jateng ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Dia berharap, sinergi yang terjalin mampu memperkuat dampak pembangunan keluarga di Jawa Tengah.

Menurutnya, BKKBN, TP PKK, dan TP Posyandu, memiliki sasaran yang sama, yakni keluarga. Selain itu, program-program yang dijalankan saling berkaitan, sehingga kolaborasi dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan di lapangan.

"Audiensi ini untuk mengolaborasikan kegiatan di BKKBN, dengan PKK dan Posyandu. Dengan perpaduan program, diharapkan nanti pembangunan keluarga di Jawa Tengah akan berdampak lebih dahsyat lagi," harap Rusman. (Aji)