Helo Indonesia

Tim PkM USM Ajarkan Warga Plalangan Cara Terampil Kelola Limbah Rumah Tangga

1 jam 22 menit lalu
    Bagikan  
Tim PkM USM Ajarkan Warga Plalangan Cara Terampil Kelola Limbah Rumah Tangga

Tim pengabdian masyarakat USM saat melakukan pendampingan warga Plalangan Gunungpati dalam mengelola sampah

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dengan pilah sampah di Bank Sampah ''Mulya Sejahtera'' pada Minggu 10 Mei 2026.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, anggota Ir Istianah MT Ir Diah Setyati Budiningrum MT dan Hani Purwanti ST MT.

Mereka berkolaborasi dengan Dosen Universitas Malaya Malaysia, Dr Erialdi Bin Syahrial dan dari Dinas Lingkungan Hidup Dr Ling Safrinal Sofaniadi ST MSi , serta mahasiswa Teknik Sipil USM yakni Muhammad Khoirul Huda dan Arien Zahra Salsabila.

Baca juga: Menteri Ara Puji Lompatan Drastis Program Hunian Layak di Jateng

Kegiatan dihadiri Ketua Bank Sampah Sri Mulyani SPd dan Kepala Desa Plalangan, Prasetya Utomo.

Menurut Prof Mudjiastuti, kegiatan PkM merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Partisipasi Aktif

Program yang dirancang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan di Desa Plalangan Gunungpati Kota Semarang.

''Dengan memilah antara sampah organik, anorganik, sampah B3, dan residu, serta menyalurkannya ke tempat pengelolaan yang tepat, kita turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan kota dan mewujudkan Semarang bersih,'' katanya.

Baca juga: Wiwid Cebong Pimpin Lagi DPD II Golkar, Siap Pulangkan Kursi DPR RI ke Wonosobo

Dia menambahkan, kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik menyebabkan potensi daur ulang dan pemanfaatan sampah belum optimal. Padahal, teknologi sederhana berbasis masyarakat dapat memberikan solusi nyata, seperti pilah sampah, yang mendorong kebiasaan membedakan sampah organik dan anorganik.

''Kami berharap, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini warga Plalang Gunungpati Kota Semarang, tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri,'' ungkapnya. (Aji)