Helo Indonesia

Kolaborasi Internasional 2027: Semarang Bersiap Gelar Event Budaya Bareng Spanyol

46 menit lalu
    Bagikan  
Kolaborasi Internasional 2027: Semarang Bersiap Gelar Event Budaya Bareng Spanyol

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menerima Duta Besar Spanyol untuk Indonesia HE Mr Bernardo de Sicart Escoda

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kota Semarang terus melebarkan sayapnya di panggung internasional. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjajaki kerja sama strategis di bidang seni dan budaya dengan Pemerintah Spanyol. Langkah tersebut diproyeksikan bakal melahirkan sebuah event budaya kolaboratif skala internasional yang siap digelar pada semester pertama tahun 2027 mendatang.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, HE Mr Bernardo de Sicart Escoda, yang diterima langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Kantor Wali Kota Semarang, pada Selasa 19 Mei 2026.

Baca juga: Harkitnas 2026, Gubernur Luthfi: Saatnya Lindungi Generasi Muda dari Gempuran Digital

Duta Besar Spanyol menyampaikan ketertarikannya menghadirkan kegiatan budaya bersama di Kota Semarang sebagai bagian penguatan hubungan antara Indonesia dan Spanyol.

“Kami berharap tahun depan dapat menyelenggarakan acara budaya bersama di Kota Semarang. Kami sangat terbuka menerima ide dan gagasan dari Pemerintah Kota Semarang untuk dipersiapkan bersama,” ujar Bernardo.

Tak hanya itu, Kedutaan Besar Spanyol juga menawarkan kemungkinan menghadirkan pameran budaya bertema warisan Muslim di Spanyol, termasuk pameran tentang Alhambra yang sebelumnya digelar di Kota Tua Jakarta.

Agustina menyambut positif tawaran tersebut. Menurutnya, kolaborasi budaya internasional menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota kreatif dan kota bersejarah yang terbuka terhadap jejaring global.

“Kota Semarang memiliki karakter yang sangat dekat dengan kota-kota bersejarah di Spanyol. Kami sama-sama kota pesisir yang hidup dari perjumpaan budaya, perdagangan, dan sejarah panjang,” kata Agustina dalam sambutannya.

Ia menggambarkan hubungan Kota Semarang dan Spanyol layaknya sebuah gramofon klasik yang menyimpan rekaman panjang peradaban dunia. Kota Lama Semarang dan kota-kota tua di Spanyol disebutnya sebagai “piringan hitam sejarah” yang terus dijaga agar tetap hidup dan relevan.

Baca juga: Wisuda ke-76, Rektor Bertekad Wujudkan USM Jadi Kampus Unggul Berdampak

Selain budaya, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di sektor pariwisata, pengembangan kota bersejarah, teknologi lingkungan, hingga smart city Pemerintah Kota Semarang tertarik mempelajari pengelolaan kota dan teknologi lingkungan dari sejumlah kota di Spanyol seperti Barcelona dan Valencia.

Agustina juga membuka peluang pengembangan wisata kapal pesiar internasional melalui Pelabuhan Tanjung Emas agar wisatawan mancanegara, termasuk dari Spanyol, dapat menikmati destinasi sejarah dan budaya di Kota Semarang.

“Kami terbuka terhadap peluang investasi dan transfer teknologi, terutama terkait pengelolaan lingkungan dan ketahanan air bersih di wilayah pesisir,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Spanyol turut memperkenalkan Camino de Santiago, jalur ziarah berusia lebih dari 1.200 tahun di Spanyol yang menjadi salah satu simbol persatuan budaya Eropa. Ia menyebut, sejarah panjang dan kekayaan budaya menjadi salah satu alasan kuat wisatawan Indonesia tertarik datang ke Spanyol.

Pertemuan itu menjadi langkah awal penguatan hubungan Kota Semarang dengan Spanyol, sekaligus membuka peluang hadirnya event budaya internasional yang dapat mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya Kota Semarang ke depan. (Aji)