Helo Indonesia

Buruh Tak Pakai Dolar, Aksi Curhat Hidup Melarat ke Gubernur Lampung

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 18 menit lalu
    Bagikan  
BURUH
HELO LAMPUNG

BURUH - Aksi curhat para buruh Pelabuhan Panjang ke Gubernur Mirza (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Panjang bersama Relawan RMD mendatangi Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026). Mereka datang membawa satu harapan sederhana: pemerintah hadir untuk mendengar nasib buruh pelabuhan yang selama ini merasa hidup di tengah ketidakpastian.

Dengan membentangkan pamflet bertuliskan “Buruh Pelabuhan Panjang Curhat Bareng Gubernur Lampung”, massa menyuarakan keluhan tentang kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga masa depan pendidikan anak-anak buruh yang dinilai masih jauh dari kata layak.

undefined

Gubernur Mirza menerima "curahan" wakil para buruh Pelabuhan Panjang 

Bagi para buruh, pelabuhan bukan sekadar tempat bekerja. Dari peluh yang jatuh di dermaga itulah kehidupan keluarga mereka bergantung. Namun di balik kerasnya pekerjaan bongkar muat, banyak buruh merasa belum mendapatkan perhatian yang cukup, baik dari sisi perlindungan kerja maupun kesejahteraan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Mereka meminta pemerintah mengawal laporan yang sebelumnya telah disampaikan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung dan Polda Lampung.

Selain itu, mereka juga berharap adanya pembinaan terhadap FBBMP dan Serikat Buruh TKBM agar hubungan kerja di Pelabuhan Panjang menjadi lebih kondusif.

Tak hanya itu, para buruh meminta peningkatan kesejahteraan pekerja yang selama ini dinilai masih terabaikan. Mereka juga berharap pemerintah membuka akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak buruh pelabuhan, agar generasi mereka tidak terus hidup dalam lingkaran kesulitan yang sama.

Aksi berlangsung tertib. Perwakilan massa diterima langsung oleh Gubernur Lampung dalam audiensi di Ruang Rapat Sakai Sambayan. Turut hadir Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Kadisnaker Agus Nompitu, Sekwan Descatama Paksi Moeda, serta Kepala Kesbangpol Achmad Saifullah.

Sementara audiensi berlangsung, ratusan buruh tetap bertahan di luar ruang rapat. Mereka menunggu dengan harap-harap cemas hasil pertemuan yang diyakini menjadi penentu apakah suara mereka benar-benar didengar atau hanya kembali menjadi janji.

Perwakilan buruh, Kenedy, mengatakan aspirasi mereka diterima dengan baik dan akan ditindaklanjuti melalui Dinas Ketenagakerjaan.
“Aksi ini bukan sekadar menyampaikan keluhan, tetapi bentuk harapan agar buruh Pelabuhan Panjang dan keluarganya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Kami ingin suara kami benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tandasnya. (Hajim)