Helo Indonesia

Perkuat Ketahanan Keluarga Era Digital, Tim USM Gelar Psikoedukasi di Lamper Lor

1 jam 7 menit lalu
    Bagikan  
Perkuat Ketahanan Keluarga Era Digital, Tim USM Gelar Psikoedukasi di Lamper Lor

Kegiatan psikoedukasi bertajuk Keberfungsian Keluarga: Menjaga Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital oleh PkM USM di Lamper Lor

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pesatnya gempuran teknologi digital dan penggunaan gawai kini menjadi tantangan nyata bagi keharmonisan rumah tangga. Menjawab isu tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar aksi nyata melalui kegiatan psikoedukasi bertajuk "Keberfungsian Keluarga: Menjaga Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital" pada Selasa, 28 Juli 2026.

Berempat di Balai Kelurahan Lamper Lor, kegiatan ini menyasar 50 pengurus dan Ketua Kelompok PKK tingkat RT maupun RW setempat. Para kader perempuan ini dibekali pemahaman mendalam agar siap menjadi "benteng utama" sekaligus agen edukasi kesehatan mental di lingkungannya masing-masing.

Baca juga: Perangi Triad GenRe dan Stunting, BKKBN Jateng Resmi Anugerahi Duta GenRe Terbaik 2026

Tim PkM USM yang diterjunkan terdiri atas pakar-pakar psikologi tepercaya, yakni Sri Widyawati MSi Psikolog selaku ketua tim, ditemani Dr Mulya Virgonita IW MSi Psikolog, dan Martha Kurnia Asih SPsi MSi.

Menurut Sri Widyawati, materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya keberfungsian keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga kesehatan mental seluruh anggota keluarga, terutama di era digital yang menghadirkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya penggunaan gawai, paparan media sosial, perubahan pola komunikasi, serta potensi munculnya berbagai permasalahan psikologis.

Melalui kegiatan psikoedukasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep keberfungsian keluarga, pentingnya komunikasi yang sehat, penguatan peran orang tua dalam pendampingan penggunaan media digital, serta strategi membangun hubungan keluarga yang hangat, suportif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

''Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan keluarga sehari-hari,'' katanya.

Membentuk Karakter

Dia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan individu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas para pengurus PKK di tingkat RT dan RW menjadi langkah strategis agar pesan-pesan mengenai pentingnya kesehatan mental dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.

''Kami berharap, melalui kegiatan ini para Ketua PKK mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menjadi motor penggerak dalam mengedukasi keluarga-keluarga di wilayah Kelurahan Lamper Lor mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan sehat secara mental di tengah perkembangan era digital,'' ujarnya.

Dia mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui edukasi berbasis ilmu psikologi.

''Kami berharap, sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera,'' ungkapnya. (Aji)