SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) memperkuat jejaring internasional dengan menjalin kerja sama dengan National United University (NUU), Miaoli, Taiwan pada Selasa 11 Agustus 2026 di di Gedung Menara USM Lantai 8, Ruang Teleconference.
Naskah MoU ditandatangani Rektor USM Dr Supari ST MT dan Presiden NUU, Prof Max Ti-Kuang Hou.
Usai penandatanganan MoU, Presiden NUU, Prof Max Ti-Kuang Hou menyampaikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa USM.
Baca juga: Antrean BBM Mengular di Jalan Soekarno-Hatta, Sopir, Minyak Habis, Kami Tak Bisa Kerja
Kegiatan dihadiri antara lain Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi dan Wakil Rektor III Dr April Firman Daru SKom MKom, para dekan, ketua program studi, serta mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan USM.
Rektor USM Dr Supari ST MTB mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut.
Dia berharap, ke depan kerja sama tersebut memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.
''Kami juga berharap, kerja sama ini membawa manfaat bagi mahasiswa dan dosen USM sehingga USM dapat bersaing di tingkat global,'' ungkapnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Presiden NUU, Prof Max Ti-Kuang Hou mengatakan, USM sebagai salah satu perguruan tinggi memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama internasional.
NUU menawarkan sejumlah program yang dapat dimanfaatkan mahasiswa USM, termasuk student exchange, teacher exchange, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Taiwan
Salah satu program yang direkomendasikan adalah intensive program, yang memungkinkan lulusan sarjana USM melanjutkan studi ke NUU melalui program yang lebih intensif.
''Program nomor satu yang ingin saya rekomendasikan adalah program intensif. Setelah menyelesaikan gelar sarjana di USM, mahasiswa dapat mengikuti beberapa tahapan dan melanjutkan ke NUU untuk mendapatkan gelar yang lebih tinggi,'' ujar Max.
Sementara itu, Kepala International Office USM Albert SE MM PhD mengatakan, kerja sama dengan NUU menjadi bagian dari upaya USM memperluas kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Menurut Albert, kerja sama tersebut akan diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Bentuk kerja sama juga mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, serta program pengabdian masyarakat di Indonesia maupun Taiwan.
''Kami berharap kerja sama ini dapat mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa juga berkesempatan untuk belajar di Taiwan selama satu hingga tiga bulan, begitu pula sebaliknya,'' kata Albert.
Buka Peluang
Selain itu, katanya, kedua institusi membuka peluang pelaksanaan summer camp bagi mahasiswa Taiwan di Semarang selama sekitar dua pekan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik sekaligus memperkenalkan budaya dan lingkungan Kota Semarang kepada mahasiswa internasional.
''Kerja sama tidak hanya terbatas pada bidang teknologi. NUU juga memiliki bidang keilmuan yang relevan dengan sejumlah fakultas di USM, termasuk bidang sosial dan ekonomi. Karena itu, peluang kolaborasi dapat dikembangkan secara lebih luas sesuai dengan program studi yang ada di kedua perguruan tinggi,'' ujarnya.
Dia menambahkan, kunjungan NUU ke USM tersebut merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya delegasi NUU datang ke Semarang pada Februari 2026 untuk melakukan penjajakan dan membangun komunikasi awal. Beberapa bulan kemudian, hubungan tersebut berkembang melalui penandatanganan MoU dan pelaksanaan kuliah umum bersama.
''Kami berharap, melalui kerja sama ini, USM dan NUU dapat memperluas kesempatan mahasiswa dan dosen dalam memperoleh pengalaman akademik internasional, sekaligus mendorong pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas negara,'' tandasnya. (Aji)
