Helo Indonesia

Kapolri: Kegiatan Kepramukaan Songsong Bonus Demografi Menjadi Produktif

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Peristiwa
1 jam 44 menit lalu
    Bagikan  
Bonus demografi
heloindonesia

Bonus demografi - PUI menyelenggarakan Selabintana Camping Ground di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi pada 2045 mendatang, dengan terus meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter.

"Bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia, karena jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan menuju negara maju," kata Kapolri Listyo Sigit dalam sambutan Apel Kebangsaan Kemah Nasional PUI (Persatuan Umat Islam), pada Kamis (3/9/2026) di Sukabumi, Jawa Barat.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026  yang diselenggarakan di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, diikuti 5.499 peserta, terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.

Dia katakan, momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju.

Baca juga: Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa

Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda.

"Saya meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi, melainkan dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan hingga berbagai platform digital telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu," ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.