Helo Indonesia

Ali Berawi Putra Mendiang Tokoh NU Lampung, Kini Deputi Pengembangan Strategis Kemenekraf

1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
Ali Berawi Putra Mendiang Tokoh NU Lampung, Kini Deputi Pengembangan Strategis Kemenekraf
HELO LAMPUNG

DEPUTI - Prof Mohammed Ali Berawi. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia


LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Lagi, kabar baik kiprah putra Bumi Ruwa Jurai datang dari trah keluarga mendiang tokoh Nahdlatul Ulama (NU)Lampung drh Berawi Hadi tepat di hari terakhir bulan kemerdekaan, Senin (31/8/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Dr Teuku Riefky Pasya melantik salah satu putra mendiang, Prof. Mohammed Ali Berawi, sebagai Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung Film Pesona Indonesia, Jl MT Haryono Kav. 47-48 Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

Di barisan 35 pejabat terlantik, Ali Berawi atau Ale, sapaan akrab kelahiran Bandarlampung Juni 1976 yang juga Guru Besar Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini menjadi satu-satunya Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik. Ke-34 lainnya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional lingkup kementerian pecahan Kemenparekraf 2014-2024 tersebut.

Menekraf/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya dalam arahan direktifnya mengintensi pelantikan menjadi bagian proses penguatan organisasi demi memastikan arah kebijakan nasional ekraf RI dapat diterjemahkan dalam pelaksanaan program yang efektif dan berdampak nyata bagi rakyat.

Riefky bilang, pelantikan itu bukan hanya seremoni, bukan pula momen perubahan jabatan semata. “Lebih dari itu, hari ini merupakan momentum perkuat organisasi, menegaskan tanggung jawab, memastikan setiap unit harus mampu bekerja optimal mencapai tujuan telah ditetapkan,” ujarnya.

Secara khusus, menteri latar politisi: Sekjen DPP Demokrat 2020-2025 eks legislator Senayan 2005-2024 ini meminta Ali Berawi sesuai jabatan diamanatkan, perkuat arah dan strategi pengembangan ekraf yang lebih tajam, berbasis data, implementatif, berorientasi pertumbuhan ekosistem.

"Saya harap strategi itu diterjemahkan jadi kebijakan dan langkah nyata untuk menjawab tantangan, menangkap peluang pengembangan ekonomi kreatif," pesan khusus Menteri Riefky, cucu pertama penyumbang salah satu
pesawat pertama Indonesia mendiang Teuku Abdul Hamid Azwar dan Tjut Nyak Djariah ini, buat Deputi Ali.

Adapun, kepada enam PPTP terlantik: Moch Nurul Huda (Kepala Biro Hukum); Permonojati Yudo Prawiro (Inspektur Jenderal); Dandy Yudha Feryawan (Direktur Kreativitas Teknologi); Danny Rahdiansyah (Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan); Dony Harso (Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi), Iffah Sa’aidah (Direktur Fesyen).

Riefky mengintensinya bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan dalam memastikan kebijakan, proaktif baca tantangan, hadirkan solusi, gerakkan tim, bangun kolaborasi agar program tak berhenti pada pencapaian target. Riefky ingin betul program dihadirkan harus berdampak nyata nian bagi rakyat. "Kepemimpinan Saudara akan jadi salah satu penentu utama kecepatan dan kualitas kinerja organisasi ini,” wanti dia.

Kepada Pejabat Administrator: Ichwan Fajar Harika (Kabag Dukungan Administrasi Biro Hukum); Lucy Kusuma Dewi (Kabag Dukungan Administrasi Biro SDM dan Organisasi)i; Viky Pemuda Indra Sakti (Kabag Program Penganggaran Biro Perencanaan dan Keuangan); Hario Bismo Kuntarto (Kasubdit Pemasaran dan Komersialisasi Kreativitas Teknologi); Ujang Priyono (Kasubdit Pemasaran dan Komersialisasi Aplikasi).

Serta 23 Pejabat Fungsional terlantik: Septi Mutiara Janing Kushardyansari (Pejabat Fungsional Analis SDM Aparatur Ahli Pertama); Siti Qomariana (Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Madya); lalu Adi Utomo, Adzania Wulandari, Akhmad Zona Adiardi, Anggita Swestiana Dewandini, Anisa Citra Mahardika, Arief Wahyu Megatama, Edwin Muhammad Fadholi, Juwita Sari, Sarita Novie Damayanti, dan Tantri Paramita Nugrahaeni (Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda).

Dan Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Pertama yakni Adelia Kusuma Nuringtyas, Army Nur Almucahdinatria, Bagiar Adla Satria, Bimo Satria Prathama, Fadila Marsalia, Fairuz Khansa Fadillah, Fransiska Novieta Prabandari, Firdha Rahmawati, Gusti Bagus Syahrani, Moch Reizky Syaher Putra Utama, dan Monica Dameuli.

Sang menteri mendireksi: perkuat pelaksanaan tugas sesuai peran. Pejabat Administrator memastikan koordinasi dan pekerjaan efektif, Pejabat Fungsional perkuat kontribusi keahlian melalui analisis, inovasi, rekomendasi, dan solusi bernilai tambah bagi organisasi.

Seperti dilaporkan Karo Komunikasi Kemenekraf/Bekraf, Kiagoos Irvan Faisal, selain Wamenekraf/Waka Bekraf Irene Umar, Sekretaris Kemenekraf/Sestama Bekraf Dessy Ruhati, para Deputi, Staf Ahli, Staf Khusus, dan jajaran kementerian, turut hadir Sestama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Soetedjo Joewono, dan Rektor UI Heri Hermansyah.

PROFIL MOHAMMED ALI BERAWI

Menjadi wajah baru di kementerian baru pemerintahan baru, dunia pemerintahan tak lah asing bagi Ali Berawi. Usai publik sebelumnya mengetahui kiprah akademiknya yang sarat torehan capaian prestasi membanggakan banyak entitas, sekaligus. Dari keluarga inti, trah keluarga mendiang Berawi Hadi, Lampung selaku muasal, hingga almamater UI.

Rekam jejak kiprah Tri Darma Perguruan Tinggi insinyur UI, Master of Engineering Science jebolan University of Malaya, Malaysia; doktor Value Engineering and Innovation Oxford Brookes University, Inggris ini terhitung ajeg sekembalinya home sweet home ke Tanah Air.

Usai kembara intelektual sang diaspora di mana dia pernah menjadi dosen di School of Technology, Oxford Brookes University kurun 2003–2006, dan dosen senior di Fakultas Lingkungan Binaan sekaligus Direktur Pusat Manajemen Nilai di Universitas Malaya 2006–2008.

Sepulangnya, karir darma pengajaran domestiknya dimulai dengan bergabung Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UI, 2008–sekarang. Tahun itu, dia masuk Finalis UK Alumni Award 2008. Dasar brilian, baru setahun mengabdi, dia menjadi dosen/peneliti paling berprestasi di UI pada 2009.

Ditengah-tengahnya Ale pernah menjadi cendekiawan tamu (Visiting Scholar) pada Department of Civil Engineering and Environment University of Washington AS (2017), Profesor di Graduate School of Industrial Economics, Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University, Rusia per 2019 dan Visiting Professor Faculty of Built Environment, University of Malaya pada 2023.

Berikutnya, karir darma penelitiannya notabene "daging". Sebagai dosen periset, Ale berderet pengalaman penelitian yang jembar dalam disiplin keilmuan rekayasa nilai atau manajemen nilai, manajemen pengetahuan dan kualitas, serta desain rekayasa; menghasilkan berbagai publikasi ilmiah dalam bentuk buku, jurnal internasional, konferensi, dan prosiding konsultasi; dan terlibat pelbagai kolaborasi riset nasional pun internasional.

Dia antara lain pernah menjadi Editor-in-Chief dari Value World, jurnal Society of American Value Engineers (SAVE International) dari 2008–2014, sebelum menjadi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UI pada 2015.

Reputasi globalnya turut terkerek naik misal saat dia masuk
jajaran finalis Toray Science and Technology Award 2014.
Lalu tiga tahun berturut masuk Top Scientists Indonesia versi Webometrics 2015–2017.

Membanggakan lainnya, Ale pernah dinobatkan sebagai satu dari 500 Peneliti Terbaik Indonesia versi Kementerian Riset dan Teknologi RI (2020). Juga masuk daftar Top 2% Ilmuwan Terbaik di Dunia (World’s Top 2% Scientists) versi Elsevier dan Stanford University berturut-turut 2021–2024.

Bahkan pada Penghargaan Top 2% Ilmuwan Terbaik Dunia 2024, dia masuk dalam dua kategori penghargaan yaitu Career-long impact dan Single-year impact. Biografi Ale jua ditampilkan di Who's Who in the World edisi ke-24. Kini Ale juga Editor-in-Chief jurnal terindeks Scopus, International Journal of Technology (IJTech).

Sebagai intelektual organik, di palagan pengabdian kepada masyarakat, selain dipercaya almamater menjadi Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) UI. Dia menjabat Direktur ASEAN University Network for Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD). Serta, Working Group Leader Smart Cities Association of Pacific Rim Universities (APRU) Sustainable Cities and Landscapes (SCL).

Palagan pengabdian lainnya, dia pernah jadi Ketua Komite Tetap Kebijakan Strategis Infrastruktur KADIN Indonesia pada 2017. Sejak empat tahun silam dia juga terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) 2022–2027.

"Selamat dan sukses. Semoga amanah baru ini membawa semakin banyak inovasi, kolaborasi, kebijakan strategis dalam perkuat ekosistem ekraf Indonesia, meningkatkan daya saing nasional, buka peluang lebih luas talenta kreatif Indonesia berkembang tingkat global. Selamat menjalankan amanah. Semoga senantiasa diberi kesehatan, kelancaran, keberhasilan dalam berikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara," unggahan DPP ADI.

Adapun kecimpung kiprah karir kepemerintahannya: pernah jadi Penasihat Utama Kementerian Perhubungan (2012), moncer di periode kedua kepresidenan Jokowi 2019–2024.

Berturut, dia didapuk menjadi Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) kurun 2020–2022. Lalu terlibat menjadi Alternate Chair of Science 20 (S20) dalam Presidensi G20 Indonesia 2022 mendampingi Chair, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam kepemimpinan Engagement Group S20. Sebagai bagian pimpinan, fokus kontribusinya kala itu mengarahkan forum ilmuwan dan peneliti asal negara anggota G20 guna susun rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah khususnya fokus isu kesehatan global, perubahan iklim, dan kesiapan teknologi.

Berikut, sejalan konsolidasi pengampu seiring proses pembangunan megaproyek pemindahan ibukota pusat pemerintahan NKRI dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, Ale didaulat jadi Kabid Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi Tim Transisi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Tim yang dibentuk berdasar Keputusan Menteri Sekretaris Negara Nomor 105/2022 tentang Tim Transisi Pendukung Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan IKN, diteken Mensesneg Pratikno 28 April 2022 ini antara lain berbasis pertimbangan demi dukung kelancaran dan percepatan persiapan, pembangunan, pemindahan IKN, pengawalan dan peran aktif kementerian/lembaga terkait.

Enam bulan kemudian dia didapuk menjadi Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN berdasar Keppres 123/TPA/2022 diteken Presiden Jokowi 6 Oktober 2022. Ale, pengampu tupoksi siapkan cetak biru, rencana induk, dan pedoman pembangunan IKN berkonsep kota hutan cerdas (smart forest city) berbasis prinsip hijau, cerdas, tangguh, berkelanjutan, inklusif ini; bertugas per dilantik 13 Oktober 2022 hingga hari saat dia mengambil keputusan apopulis: mengundurkan diri, per tanggal surat ditujukan ke pimpinan institusi asal penugasannya: FT-UI, pada 7 Februari 2025.

Tak semulus dibayangkan, dia mesti lima bulan bersabar menanti jawaban sampai akhirnya resmi mundur berdasar Petikan Keppres 111/TPA/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan OIKN yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 1 Juli 2025.

Ditengahnya, Ale turut menjadi bagian prakarsa mahakarya fenomenal hingga dikenal harum lintas spektrum sebagai tokoh di balik eksekusi Proof of Concept (PoC) uji kelayakan teknologi Urban Air Mobility (UAM) atau taksi terbang, akhir Juli 2024, hasil join dengan Hyundai Motors Company via purwarupa Optionally Piloted Personal Air Vehicle (OPPAV), dan Korean Aerospace Research Institute (KARI).

Kisah sukses uji terbang perdana PoC Mobil Terbang IKN beberapa menit di ketinggian 50-80 meter kecepatan 50 km/jam, membentuk pola manuver angka 8, di wilayah udara Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda dan OIKN ini menandai langkah awal uji teknologi UAM di Tanah Air.

Dan usai kembali ke kampus, kini akhir Agustus 2026 tepat 426 hari kemudian Ale pun sah sandang status sekaligus sandang sapaan lama tapi baru dan bagus: Pak Deputi.

Karir moncer Ale, ditelisik, semoncer rerata karir saudara sekandungnya sesama putra Berawi Hadi, yang juga putra mendiang tokoh NU Lampung era baheula KH Abdul Hadi.

Informasi penyelia, Berawi Hadi wafat Jum'at, 25 Mei 2017 silam usai hembuskan napas terakhir dalam perawatan intensif RS Bumi Waras Bandarlampung. Mendiang Berawi notabene kakak kandung cendekiawan muslim NU, dosen cum Dekan Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung 2022–2026, mubaligh Dr HA Bukhori Muslim.

Di hari wafatnya, sebelum disalatkan di Masjid Al Furqon Lungsir Telukbetung bada salat Jum'at lalu dikebumikan di TPU Kebon Jahe Tanjungkarang Timur, jenazah mendiang terlebih dulu disemayamkan di rumah putranya yang lain yang jua kakak dari Ali Berawi di Jl Waykanan 35 Pahoman Kecamatan Enggal, yakni Mohammad Reza Berawi.

Reza Berawi, senior jagat kenotariatan Lampung, dan dunia pejabat pembuat akta tanah (PPAT) sejak 90-an. Saat dia Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Lampung 2014–2017, pernah mencalon Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) 2015-2018 di Kongres VI Surabaya 9-10 April 2015 silam, kalah. Sempat jadi Wakil Ketua Majelis Pengawas Wilayah Notaris Lampung 2021–2024, dia terpilih lagi sebagai Ketua PW INI Lampung 2023–2026.

Notabene notaris cum politisi, Reza Berawi yang juga Ketua Partai Gerindra Kabupaten Pringsewu, kini anggota DPRD Provinsi Lampung 2024–2029 Fraksi Gerindra dapil Lampung III Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Metro.

Selain Reza, terdapat nama putri mendiang Berawi tak kalah beken, Dr. dr. Khairunnisa Berawi, S.Ked., M.Kes., AIFO. Intelektual organik senada Ale, doktor hijabers ini selain dokter praktik klinik terapi antioksidan, dosen periset Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) sejak Oktober 2002 silam.

Dokter Nisa, sapaan alumnus S1 Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas SriwijayaPalembang 1992–1999, Magister Biomedik Universitas Padjadjaran Bandung 2007–2008 dan Doktor Biomedik Universitas Andalas Padang 2012 silam ini disamping aktif mengajar juga aktif meriset dan mempublikasikannya.

Tercatat merupakan pakar biomedis, fisiologi medis, dan keahlian utama bidang biomolekuler, endokrinologi, penuaan (aging), penyakit metabolik seperti obesitas, serta kedokteran olahraga lewat gelar tambahan AIFO (Ahli Ilmu Faal Olahraga) yang menunjukkan sertifikasi kompetensi bidang analisis fungsi tubuh terhadap aktivitas olahraga.

Dari itu ia selain dengan sukarela tangan terbuka menerima atensi sejumlah pengurus provinsi induk cabang olahraga prestasi yang mendaulatnyi mengampu jabatan pimpinan bidang medis, Nisa Berawi tercatat sebagai Ketua Bidang Pendidikan, Penataran, Litbang, dan Sport Science Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung 2025–2029.

Selaku periset, banyak sudah karya ilmiah riset kesehatan publik dan klinis yang ia publikasikan terindeks Garba Rujukan Digital (Garuda), Google Scholar, ResearchGate; antara lain mengenai hubungan obesitas sentral dengan profil (hitung jenis) leukosit, karakteristik perkembangan motorik pada anak stunting, penurunan kadar kolesterol total darah sebagai risiko dislipidemia pada lansia, dll.

Lalu, putri mendiang Berawi Hadi lainnya, Muliawati Berawi berpulang 22 April 2026 lalu. Senada sebelumnya dengan putra Berawi lainnya, alias adik Reza, mendiang Muliawati, Nisa juga Ale, yakni Dr. Ing. Abdur Rohim Boy Berawi, M.Sc karib Boy Berawi.

Secara mengejutkan, Boy Berawi yang secara rekam jejak kiprah agak semirip dengan sang kakak Ale —rada-rada nyerempet, telah lebih dulu dipanggil Sang Khalik usai menghembuskan napas terakhirnya Sabtu 11 Mei 2019 pagi di Jakarta. Dimakamkan di Lampung esoknya.

Terhitung mati muda, Boy Berawi wafat di usia 38 tahun karena leukimia yang dideritanya. Notabene hingga akhir hayat, Boy saat wafat masih menjabat Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf 2014–2019 era Triawan Munaf.

Boy, mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia (untuk wilayah Amerika dan Eropa), meraih gelar S2-nya dari Politecnico di Milano (Polimi) Italia, dan gelar Doctor Ingeneur pada program MIT Portugal (gelar hasil kerja sama Massachusetts Institute of Technology, AS dan University of Porto, Portugal).

Semasa hidupnya, selain aktif menulis artikel ilmiah pada jurnal dan konferensi internasional, Boy aktif mengajar pula Program Pascasarjana FTUI dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sebelumnya Boy pernah menjadi Staf Khusus Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI dan penasihat di Kementerian Perhubungan.

Kepergian tetiba Boy ke haribaan Ilahi, turut menjadi duka mendalam bagi tokoh pendidikan dan pergerakan muslim jua mantan Rektor IIB Darmajaya 2016–2021, tiga periode Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Lampung per 2017–2030, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung 2017–2020, dan Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Lampung 2025–2030 Dr Firmansyah Yunialfi Alfian yang terhitung masih kerabat dan pernah serumah dengan Boy di Bandung circa 1994–1995. "Boy anak yang baik dan sopan," obituarinya kala itu.

Akan halnya Ale, kini selain dari kampus UI Depok juga dari kantor barunya di Kemenekraf/Bekraf, Lantai 33 Autograph Tower Thamrin Nine, Jl MH Thamrin Nomor 8-10 Jakarta Pusat, gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia dan di belahan bumi selatan setinggi 382,9-385 meter dengan 75 lantai garapan pengembang PT Putragaya Wahana (PGW) dan rancangan Kohn Pedersen Fox Associates itu.

Satu kompleks serbaguna perkantoran premium, hotel (Pan Pacific, Waldorf Astoria), area wisata; dilengkapi lantai kaca, area outdoor, hingga wahana pemacu adrenalin Upswing dan Immersive Room; satu-satunya gedung di Indonesia dilengkapi sistem car lift vertikal untuk akses kendaraan VIP yang privat efisien; plus UP at Thamrin Nine, observatorium dan sky garden di puncak yang menawarkan pemandangan 360 derajat kota Jakarta dari ketinggian 385 meter.

Deputi Ale, kini menjadi skuad anyar kementerian negara pengampu mandatori kebijakan ekraf nasional ini agar benar: konsisten, persisten, taat asas; dan agar ekraf benar-benar menjadi senyata-nyatanya The New Engine Of Growth, mesin baru pertumbuhan ekonomi.

Ditengah situasi masih tetap ketatnya efisiensi anggaran (terakhir Kemenekraf meminta tambahan anggaran Rp1,73 triliun ke Komisi VII DPR untuk mencapai target program ekraf nasional 2027), terus dinamisnya kerja-kerja sinergi kolaborasi internasional misal melalui perkuatan kerja sama ekraf dengan Filipina via pembentukan ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) dan persiapan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, 21-23 Oktober nanti.

Serta purwarupa bentang kendala eksekusi program di lapangan: 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Misal terkait force majeur pemulihan pascabencana, dengan penyaluran bantuan modal usaha dan pelatihan program Kriyasi bagi pelaku usaha kreatif di wilayah terdampak.

Dengan berpijak pada modal dasar penggerak: kekayaan warisan budaya Nusantara sebagai pondasi kluster seni budaya dan kriya, bonus demografi, transformasi digital.

Dan proyeksi potensi ekraf RI 2024–2029 bakal menjadi penggerak cum mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap PDB nasional hingga 5,69%-7% lebih, sejalan target agresif 5,8%-6,5% dan industri kreatif disiapkan perkuat pencapaiannya lewat kebijakan berbasis data dan program bantuan sarpras produksi.

Juga, reinventing arah kebijakan kementerian melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sesuai Perpres 37/2026, antara lain via perluasan subsektor ekraf dari 17 menjadi 21 dengan masuknya tiga subsektor baru: konten digital (content creator, live commerce) dan sulih suara (voiceover); modifikasi otomotif; dan teknologi baru (akal imitasi/AI, blockchain, big data).

Saatnya, Deputi Ale mengeksekusi arahan direktif sang menteri untuk menjawab tantangan, menangkap peluang pengembangan strategisnya. Selamat bekerja. (Muzzamil)