Helo Indonesia

Platform Apung Buatan Dosen Teknik Sipil USM Siasati Mobilitas Material Proyek Tanggul Demak

1 jam 56 menit lalu
    Bagikan  
Platform Apung Buatan Dosen Teknik Sipil USM Siasati Mobilitas Material Proyek Tanggul Demak

Pembuatan platform apung sebagai sarana mobilisasi material konstruksi ikut mendukung pembangunan Tanggul Pantai I di Demak

DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Tim dosen dari Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), baru-baru ini melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), di wilayah pantai Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan itu berupa pendampingan untuk perancangan dan pembuatan platform apung (ponton), sebagai sarana mobilisasi material konstruksi, guna mendukung pembangunan Tanggul Pantai I di Kabupaten Demak.

Dalam pelaksanaannya, Tim PKM USM yang terdiri dari ketua Dr Ir Dhamang Budi Cahyono ST MT IPM ACPE, anggota Ir Kukuh Wisnuaji Widiatmoko ST MT, Dr Lila Anggraini ST MT, Ir Ngudi Hari Crista ST MT IPM ASEAN Eng ini, melakukannya bersama mitra CV Dwipa Abidaya dan CV Jati Utama.

Baca juga: Rekor Partisipasi Terbesar, 7.515 Atlet Pelajar Jateng Ditempa di Popda 2026

Melalui PKM ini, tim dosen USM memberikan pendampingan teknis dalam identifikasi kebutuhan, perancangan, pembuatan, serta pemanfaatan platform apung, yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan mobilisasi material.

''Platform apung dikembangkan, sebagai alternatif sarana transportasi material yang lebih fleksibel. Sehingga dapat membantu proses distribusi material, dari area penyimpanan menuju lokasi pekerjaan melalui jalur sungai dan perairan,'' kata Dhamang dalam keterangannya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi teknis, terhadap permasalahan nyata yang dihadapi pelaksana pekerjaan konstruksi di kawasan pesisir.

''Pendampingan ini diarahkan untuk menghasilkan alternatif sarana mobilisasi material, yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sekaligus meningkatkan kemampuan mitra dalam merencanakan dan memanfaatkan platform apung secara lebih efektif,'' jelasnya lagi.

Keterlibatan CV Dwipa Abidaya dan CV Jati Utama sebagai mitra, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Mitra tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam proses identifikasi permasalahan, diskusi teknis, persiapan material, pembuatan, hingga pemanfaatan platform apung.

Baca juga: Efektifitas Terapi Hilangkan Sakit Kepala Parah dengan Salurkan Cairan dan Vitamin ke Aliran Darah

Melalui kegiatan ini, USM menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan keilmuan teknik sipil, dengan kebutuhan masyarakat dan dunia konstruksi.

''Kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra, diharapkan dapat menghasilkan inovasi sederhana namun aplikatif, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir, yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat,'' tandas Dhamang. (Aji)