LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Seorang warga meninggal dunia, dan 50 lainnya dirawat usai menyantap makanan pada acara yasinan di Kampung Terbanggimulya, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, Sabtu malam (12/9/26)
Korban meninggal adalah Nanik (42), warga Terbanggimulya, Bandarmataram, sedangkan 50 warga yang dirawat tersebar di sejumlah balai pengobatan di Bandarmataram, puskemas dan bidan desa.

Makanan yang membuat keracunan
Korban meninggal sebelumnya dirawat di Medikal Bandarmataram dan jenazahnya dibawa keluarganya ke Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur, untuk dimakamkan.
Informasi yang dihimpun Heloindonesia. Com, warga yang keracunan awalnya menyantap makanan dari rumah Yoto warga Dusun 3 Bluro, Kampung Terbanggimulya, Kecamatan Bandarmataram, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu malam Minggu (12/09/26)
Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Sabtu malam puluk 10.00 WIB, hingga Minggu dini hari (13/09/26), dan berlanjut para korban lainnya merasakan hal serupa hingga sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Mereka berdatangan kesejumlah balai pengobatan dan Puskesmas serta bidan desa. "Termasuk saya, kedua orangtua dan mertua saya serta puluhan jamaah lainnya keracunan diduga santap makanan berkat yang kami sajikan di malam minggu dalam acara yasinan rutin di rumah saya," jelas Fajar, putranya Yoto.
Sebelumnya, kata fajar, tidak ada firasat adanya dampak keracunan yang di duga dari makanan berkat. "Sebab, yang masak itu semua tetangga dan gak tahu kalau kejadian seperti ini,"ujar Fajar yang masih mengeluh kepalanya pusing saat ditemui Heloindonesia.com di kediamannya, Senin siang, (14/09/26).
Kepala Puskesmas Jatidatar Mataram, Bandarmataram M. Prihatiningsih, dugaan sementara korban mengalami keracunan dari makanan. "Kami juga sudah menyita dan memeriksa berkat yang diduga keracunan itu diantaranya, nasi, daging ayam, daging kambing, urap-urap, mie dan jengkol. Sudah dilakukan cek laboraturium, kita tunggu hasilnya," terang Prihatiningsih.
Pihaknya juga menurut Kepala Puskesmas Jatidatar Bandarmataram itu, sudah melakukan pendataan jumlah korban akibat keracunan makanan, masih tercatat 50 orang.
"Ini bisa bertambah, karena anggota kami masih malakukan pendataan selain itu mereka ada yang tidak mau di rawat, termasuk tuan rumah. Namun, kami tetap sarankan untuk dirawat," ujarnya.
Sedangkan, korban yang meninggal dunia atas nama Nani, sempat dirawat di Klinik Mandala Medical Centre. Nani menghembus napas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB, Senin pagi (14/09/26).
Kepala Kampung Terbanggi Mulya Samirin, membenarkan adanya kejadian keracunan diduga makanan berkat yasinan rutin tersebut. "Baru sekali ini kejadian yang luar biasa, saya menghimbau juga kepada warga harus berhati-hati memilih makanan," tandasnya
Sejumlah anggota Polsek dan Koramil Seputihmataram mendatangi dilokasi kejadian di rumah Yoto Terbanggimulya, Bandarmataram. (Zen Sunarto)
