BALAM, HELOINDONESIA.COM – Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Lampung menyelamatkan sejumlah satwa dari Lembaga Konservasi Taman Satwa Bumi Kedaton Resort, Batu Putuk, Telukbetung Barat, Kota Bandarlampung. BKSDA Bengkulu mengambil langkah tersebut setelah viral video siamang kehausan.
Langkah penyelamatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut setelah pihak pengelola menyerahkan satwa secara sukarela, menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi satwa diduga kehausan dan kelaparan akibat sepinya operasional tempat wisata tersebut.
Baca juga: Karhutla-BBM, Indonesia Dituntut Malaysia, Ujian bagi Transparansi dan Kebijakan Prabowo-Gibran
Proses evakuasi yang dilaksanakan oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA didampingi oleh tim medis dari Taman Satwa PT Lembah Hijau serta disaksikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung pada Kamis dan Jumat (15-16/10/2026).
Sebelum dipindahkan, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian cepat (rapid assessment) untuk memastikan keamanan dan meminimalkan tingkat stres pada hewan.
Dari total enam satwa yang diperiksa, empat di antaranya berhasil dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung. Satwa yang dievakuasi meliputi dua ekor merak hijau, satu ekor monyet ekor panjang, dan satu ekor owa sumatera.
Sementara itu, dua satwa lainnya, yakni satu ekor beruk dan satu ekor monyet ekor panjang, terpaksa ditunda pemindahannya dan harus menjalani karantina intensif di lokasi karena alasan kesehatan.
Pihak BKSDA menegaskan bahwa keselamatan satwa menjadi prioritas utama dan pemulihan perilaku serta kesehatan akan terus dipantau agar satwa tersebut nantinya berpeluang untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Baca juga: Gubernur Mirza dan Dirjen KSDAE Beri Nama 2 Anak Harimau LK Lembah Hijau
BANTAH
Pengelola telah membantah satwa tidak mendapat makanan dan menyebut pemberian pakan dilakukan setiap hari. Meski diakui Yunus dari pihak manajemen pengelolaan tengah menghadapi kendala operasional.
Menurut dia, pihaknya telah mengajukan relokasi seluruh satwa kepada BKSDA sejak April 2026. Relokasi dilakukan berkaitan dengan jumlah kunjungan yang belum maksimal serta persoalan administrasi dan operasional, pungkasnya.
Sejarah Bumi Kedaton
Taman Wisata Bumi Kedaton dirintis sejak tahun 2004 atas gagasan mantan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP. Destinasi ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 15 hektar yang dulunya merupakan area perkebunan durian.
Berada di ketinggian 700 hingga 900 meter di atas permukaan laut, tempat ini awalnya dirancang sebagai kawasan wisata alternatif bernuansa pegunungan hijau yang sejuk bagi masyarakat Lampung.
Sejak awal berdiri, Bumi Kedaton menggabungkan konsep wisata alam, penginapan (resort), wahana rekreasi keluarga seperti waterpark, serta kebun binatang (taman satwa) yang mengoleksi satwa seperti gajah, buaya, merak, dan primata.
Tempat ini sempat menjadi salah satu destinasi ikonik yang sangat ramai dikunjungi. Namun, dalam perjalanannya, operasional tempat rekreasi ini mengalami pasang surut dan sempat vakum atau tutup selama beberapa tahun (antara tahun 2014 hingga 2020) sebelum akhirnya mencoba bangkit kembali dengan pengelolaan wahana yang baru. (HBM)
---
