LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kadisnaker Lampung Agus Nompitu hari ketiga baru nongol melihat lokasi kejadian tenaga kerja luar biasa yang menewaskan tujuh pekerja akibat lift putus dari lantai lima di Sekolah Az Zahra, Jl. Mayjend DI Panjaitan, 100-an meter dari Polresta Bandarlampung.
Kepada awak media di tempat kejadian (TKP), Jumat (7/7/2023), Agus Nompitu mengatakan sudah mengirimkan surat ke pihak sekolah dan vendor agar menghadapnya. Namun, alasan belum bisa hadir karena masih menjalani proses pemeriksaan kepolisian.
Dia mengaku akhirnya datang untuk memastikan kondisi dan perkembangan terakhir kejadian yang viral tersebut. Agus Nompitu mengatakan memanggil untuk melengkapi tim pemeriksa dari pengawas tenaga kerja, memastikan perlindungan pekerjanya dan apakah ada K3nya.
"Memastikan perlindungan pekerjanya seperti adanya santunan, jaminan sosial, jaminan keselamatan itu yang menjadi perhatian kita," terangnya. Terkait pembangunan yang dilakukan pihak Az Zahra apakah sudah memenuhi unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3).
Baca juga: Belum Sehari Diluncurkan, Threads Aplikasi Pesaing Twitter Tembus 44 Juta Pengguna
"Nanti, setelah dokumennya diserahkan, kami akan melakukan pendalaman secara lebih detail terhadap dokumen dari lift ini. Kami juga sudah memotret semuanya termasuk keadaan lift dan lantai 5 yang sedang ada penambahan gedung baru,"papar Agus Nompitu.
Selanjutnya, apakah diperlukan operator khusus untuk mengawasi gedung yang memiliki lift. "Seharusnya setiap lift mempunyai operator khusus untuk mengawasi operasional lift ,dan berharap ini menjadi sebuah pembelajaran, tidak hanya Az Zahra, tapi seluruhnya pemilik gedung.
Setiap melakukan pembangunan gedung baru ataupun lainnya memang harus melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja yang ada di Provinsi Lampung, ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas yang memiliki resiko tinggi dalan pekerjaan, katanya.
Baca juga: Cair, Upah 5000 Honorer Pemkot Bandarlampung Bulan Mei
Kadisnaker Lampung belum mengetahui Proyek Renovasi Bangunan Sekolah Az Zahra sudah melapor atau belum baik ke Pemerintah Kota maupun ke Provinsi,ini perlu dilakukan agar ada yang mengawasi,"sambungnya
"Pihaknya juga ingin mengetahui apakah menggunakan vendor atau dikelola langsung oleh AZ Zahra," tuturnya
Kepala Sekolah SD Az Zahra, Iqbal Hafidz Hakim mengungkapkan, pihak sekolah mempunyai operator khusus untuk pengawasan dan perawatan lift,ada maintenance yang melakukan perawatan atau service secara berkala," ucapnya.
Akibat kejadian itu, tujuh pekerja tewas dan dua masih kritis. Para korban telah dimakamkan. Dua yang luka masih dalam perawatan RSU Bumi Waras.. (Hajim)
