Helo Indonesia

Konsep Pengelolaan Smart City Kota Semarang Dipaparkan Mbak Ita di Depan Pejabat Negara ASEAN

Jumat, 14 Juli 2023 20:36
    Bagikan  
Konsep Pengelolaan Smart City Kota Semarang Dipaparkan Mbak Ita di Depan Pejabat Negara ASEAN

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyampaikan paparan di depan pejabat negara ASEAN di Jakarta

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memaparkan konsep Smart Mobility Kota Semarang di hadapan pejabat pemerintah dari negara ASEAN di Jakarta, Jumat 14 Juli 2023. Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita itu menuturkan, tahapan Smart City atau Kota Cerdas yang di dalamnya terdapat Smart Mobility sebagai salah satu pilarnya.


Mbak Ita mengawali paparannya mulai dari proses terciptanya Smart City Kota Semarang yang memerlukan waktu cukup lama hingga sampai di tahap sekarang ini.

Tidak hanya sampai di situ, dirinya juga menjelaskan mengenai Smart Living dalam upaya mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan efisien.

Menurutnya, ada success story dari kepala daerah terkait dengan konsep Smart City. Di Kota Semarang, sistem transportasi yang ada termasuk juga dengan semua pengembanganya, sudah mengacu pada konsep Smart City.

''Tadi saya sampaikan juga bahwa proses ini tidak pendek, tetapi dari tahun 2013 sampai tahun 2023 yang dimulai dari MoU dengan Telkom kemudian juga lanjut dengan semua tahapan-tahapan, dan yang terakhir bagaimana memproses atau mengolah yang namanya Smart Living,” jelasnya dalam acara Council of Asian Liberals and Democrata (CALD) Forum di Ascott Hotel Sudirman, Jakarta.

Smart Mobility sendiri bertujuan untuk menghadirkan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan demikian, transportasi dapat mempermudah mobilitas masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi kunci keberhasilan salah satu pilar dari Smart City tersebut.

“Tadi kita sampaikan, bahwa dengan mempermudah transportasi-transportasi ini tentunya akan mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan-kegiatan. Termasuk juga bagaimana pasar, BRT (Bus Rapid Transit), bagaimana kegiatan-kegiatan yang lainnya yang mendukung sebuah kota namanya, Kota Semarang,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kota Semarang menjadi salah satu contoh untuk negara lain dalam pengelolaan Smart Mobility. Tetapi, Mbak Ita juga tidak menampik bahwa masih ada kekurangan yang kemudian diberi masukan terhadap pengelolaan Smart Mobility kota Semarang. Lebih lanjut, menurutnya dengan adanya masukan tersebut malah dapat menjadikan Smart Mobility Kota Semarang semakin bagus.


“Dengan adanya sharing session, sharing Smart Mobility menjadikan Kota Semarang ini menjadi salah satu acuan bagi negara-negara lain, ataupun kita juga bisa mendapatkan masukan-masukan dari negara lain sehingga Smart Mobility di Kota Semarang semakin bagus. Tentu, Kota Semarang masih banyak kekurangan-kekurangan. Tapi tadi mereka (peserta) mengapresasi dan mereka juga ingin ke kota Semarang,” pungkasnya. (Aji)