MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Bupati Mesuji, Elfianah didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Budiman Jaya, melepas 63 jemaah calon haji asal Kabupaten Mesuji untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, Rabu (6/6/2026).
Dalam sambutannya, Elfianah menyampaikan bahwa pelepasan jemaah haji tahun ini merupakan momen yang penuh kebahagiaan, kebanggaan, sekaligus keharuan, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji.
“Pada hari ini kita menyaksikan pelepasan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sebanyak 63 orang. Ini adalah momen yang sangat istimewa karena saudara-saudara kita mendapat panggilan mulia dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Elfianah.
Dari total 63 orang tersebut, terdiri dari 61 jemaah calon haji dan 2 orang petugas yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Elfianah menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak semua umat Islam mendapatkannya. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan tanggung jawab.
“Kesempatan ini patut disyukuri dengan sepenuh hati dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan agama,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa jemaah calon haji asal Mesuji tahun ini terdiri dari 24 laki-laki dan 37 perempuan. Mereka juga didampingi oleh 1 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 1 Ketua Kloter.
Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan jemaah tertua dan termuda. Jemaah tertua adalah Kamiran (85 tahun 10 bulan) asal Kecamatan Way Serdang, sementara jemaah termuda adalah Erlita Saidatul Fitriyah (24 tahun 9 bulan) asal Kecamatan Tanjung Raya.
“Hal ini menunjukkan bahwa panggilan ibadah haji tidak mengenal batas usia, melainkan merupakan kehendak Allah SWT bagi hamba-Nya yang mampu,” tambahnya.
Bupati juga berpesan agar seluruh jemaah, khususnya yang lanjut usia, mendapatkan perhatian dan pendampingan yang optimal selama berada di Tanah Suci. Selain itu, para jemaah diminta menjaga nama baik daerah dengan menjunjung tinggi sikap sopan santun, kebersamaan, serta ukhuwah Islamiyah.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” tutupnya.(Aan.S)
