HELOINDONESIA.COM - Presiden Jokowi meresmikan berfungsinya Sodetan Ciliwung, Senin 31 Juli, sebagai bagian dari pengendali banjir di DKI Jakarta. Sodetan ini berfungsi mengalirkan Sebagian aliran banjir di Sungai Ciliwung ke saluran Kanal Banjir Timur.
Lokasi Sodetan Ciliwung berada di wilayang Cawang Atas Jaktim, kemudian melintas dengan aliran yang lahannya dibebaskan cukup lama.
Pada acara ini Presiden Jokowi didampingi Meteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Setkab Pramono Anung, dan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan, banjir di Jakarta harus diselesaikan dari hulu sampai hilir. Juga harus diselesaikan 13 kali yang ada di wilayah DKI Jakarta.
Baca juga: Pidato depan Aktivis Buruh Rocky Gerung Offside, Hina Presiden Bajingan yang Tolol
“Penanganan banjir di Jakarta ini harus dilakukandari hulu sampi hilir. Juga dicegat airnya di Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi dan diadakan terus,” kata Jokowi.
Yang dimaksudnya adalah penanganan banjir dari aliran Sungai Ciliwung, yakni dari kawasan Puncak di Bogor hingga hilir, di pantura Jakarta sebagai muaranya sungai itu.
Yang dikatakan Jokowi adalah pencegatan air Sungai Ciliwung, dialirkan ke Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi di kawasan Kabupaten Bogor.
Di kawasan DKI Jakarta sendiri aliran Ciliwung dikendalikan dengan berbagai Upaya. “Di sini ada normalisasi Sungai Ciliwung, kemudian ada Banjir Kanal Timur, kemudian yang sekarang ada Sungai Ciliwung plus, penanganan pompa-pompa Kali Sentiong, di Ancol,” katanya.
Selain itu untuk mengurangi banjir di DKI Jakarta, perlu penanganan 13 kali yang ada di wilayah Ibu Kota ini. “Perlu ditangani 13 sungai yang ada di DKI Jakarta,” tambah Jokowi.
Menurutnya meski sudah ada penanganan Sungai Ciliwung, sejumlah lokasi pompa banjir di Kali Sentiong dan Ancol, serta daerah lainnya, ini semua baru bisa mengurangi banjir di Jakarta sebanyak 62 persen. “Itu pun baru mengurangi banji2 62 persen di DKI Jakarta,” tambah Presiden Jokowi.
Baca juga: Ahmad Albar dan Ian Antono Siap Gebrak Panggung Pembukaan Porprov Jateng
Ada pun sungai lain yang perlu ditangani untuk pengendalian banjur, selain Sungai Ciliwung ada Kali Sunter, Sungai Sunter, Sungau Cipinang, Sungai Baru Barat, Sungai Baru Timur, Sungai Mookervart, Sungai Pesanggrahan, dan lainnya. (*)
(Winoto Anung)
