Helo Indonesia

Di Tuban, Wapres Tegaskan, Warga NU Wajib Bersiap Siaga Hadapi Bahaya yang Akan Datang

Winoto Anung - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 11 Agustus 2023 07:00
    Bagikan  
Wapres KH Maruf Amin
Instagram / @setwapres

Wapres KH Maruf Amin - Wapres KH Maruf Amin saat sambutan di kampus Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIK-NU) Tuban, Jawa Timur, Kamis 10 Agustus 2023. (Foto: tangkapan layar / Instagram / @setwapres)

HELOINDONESIA.COM - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengadakan kunjungan ke Kota Wali, Tuban, Jawa Timur, Kamis 10 Agustus 2023.

Wapres menghadiri acara Pembekalan Wisuda ke-3 dan Peresmian Gedung Baru Institut Ilmu Kesehatan NU (IKK NU) Tuban, kota sebagai jantung penyebaran agama Islam, Jawa Timur.

Pada kesempatan ini, Wapres menyampaikan tantangan aksesibilitas dan kesetaraan layanan kesehatan, serta tuntutan masyarakat terhadap kuliatas pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.

Menurut Wapres, NU memiliki jaringan sangat luas hingga pelosok desa. Oleh karena itu, berkewajiban membantu pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, termasuk melalui pengembangan pendidikan di bidang kesehatan.

Baca juga: Wacana Sistem zonasi PPDB Dihapus, Jokowi : Akan dikaji Dulu Plus Minusnya

Pada kesempatan itu, Wapres KH Ma’ruf Amin juga meresmikan Gedung Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIK-NU) Tuban, ditandai dengan penandatanganan prasasti yang telah disediakan.

“Saya mengapresiasi IIK-NU Tuban yang telah membangun gedung kampus 4 lantai ini, guna menunjang capaian pembelajaran dan suasana akademik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Kiai Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan itu, Wapres menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan hanya dapat terwujud dengan kerja sama multipihak yakni antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat secara terpadu; seperti NU yang punya jaringan luas hingga pelosok desa.

Baca juga: Studi: Tak Hanya Membahayakan Kesehatan, Polusi Udara juga Bisa Meningkatkan Tindak Kejahatan

“Oleh karena itu, NU berkewajiban membantu pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, termasuk melalui pengembangan pendidikan di bidang kesehatan,” ucap Wapres yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Kiai Ma’ruf menekankan bahwa NU memiliki prinsip hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman. Karena itulah NU harus berupaya menjaga negara, mengembangkan negara, dan memajukan negara. Sebab menjaga negara merupakan bagian dari tanggung jawab NU.

“NU ada dua tanggung jawab yang diemban, mas’uliyah diniyah, tanggungjawab keagamaan; dan mas’uliyah wathaniyah, tanggungjawab kebangsaan dan kenegaraan,” ucap Kiai Ma’ruf Amin.

Baca juga: 50 Pusaka Jalani Ritual Jamasan dari Mata Air Tuk Lanang DTW Curug Sewu

Ia menjelaskan bahwa para ulama telah mengajarkan untuk mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai bahaya yang akan datang.

Misalnya Syekh Nawawi Al-Bantani yang menafsirkan ayat khudzu hidzrakum dalam surat Hud sebagai sebuah kewajiban bagi seorang Muslim untuk bersiap diri dari semua bahaya; bahaya ekonomi, keamanan, dan kesehatan.

“Kata Syekh Nawawi, maka dengan pengertian itu kita pertama, berobat, menjaga diri dari wabah penyakit, bahkan juga dari kemungkinan menjaga diri dari tembok yang akan roboh untuk tidak duduk di dekat tembok yang akan roboh. Menyiapkan diri untuk itu semua, wajib. Jadi, wajib kita hukumnya berobat, wajib menjaga diri dari wabah, wajib menjaga diri dari bahaya-bahaya kesehatan semuanya,” tutur Kiai Ma’ruf.

Baca juga: Diakui Sebagai Sayuran Paling Sehat Sedunia oleh CDC, Berikut Manfaat Selada Air untuk Kesehatan Manusia

Ia menegaskan, warga NU pun wajib untuk bersiap siaga menghadapi bahaya yang akan datang di kemudian hari. Sikap bersiap menghadapi bahaya di bidang kesehatan itu juga telah dilakukan oleh IIK-NU Tuban yang selalu menyiapkan tenaga kesehatan berkompeten.

“Institut Ilmu Kesehatan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi terhadap penyiapan tenaga-tenaga yang kompeten dalam menghadapi bahaya, apa itu penyakit, sekarang penyakit TBC, kemudian layanan-layanan yang lain, termasuk stunting, termasuk berbagai hal yang harus dihadapi,” pungkasnya. (*)

(Winoto Anung)