HELOINDONESIA.COM - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, kebijakan pemberlakukan Work From Home (WFH) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta tidak terlalu tepat.
Ketua Umum Asosiasi Analisis Kebijakan Indonesia (AAKI) itu justru menilai, penerapan kebijakan uji emisi kendaraan bisa menjadi solusi jangka pendek dalam memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
"Mengenai polusi ini konteks jangka pendek bukan WFH," kata Trubus di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/8).
Menurutnya, kebijakan uji emisi kendaraan bisa segera diterapkan karena hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Gubernut No 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.
Baca juga: Jokowi Minta PJ Heru Dorong Perkantoran Terapkan WFH Atasi Polusi Udara
Namun menurutnya, selama ini aturan tersebut belum diterapkan secara maksimal, sehingga berakibat pada buruknya kualitas udara di Ibu Kota.
Trubus menilai WFH tak banyak memberikan pengaruh dalam mengatasi permasalahan polusi udara lantaran masyarakat bakal tetap bermobilitas. Selain itu, kata dia, WFH juga tak efektif.
"Untuk mengatasi polusi, jangka pendek ini kalau memang sumber utamanya dari transportasi itu uji emisi dan kalau bisa keluarkan kebijakan pembatasan usia kendaraan. Tapi itu juga butuh keberanian karena musuhnya pelaku usaha mobil, mobil bekas sama motor bekas marah semua," imbuhnya.
Meski begitu menurut Trubus dalam jangka panjang pemerintah juga perlu melaksanakan kebijakan yang lebih strategis. Terlebih, lanjutnya, masalah polusi udara ini bukan hanya di sebabkan oleh banyaknya aktivitas kendaraan di Jakarta melainkan karena pencemaran dari industrialisasi.
"Polusi udara ini kan di pengaruhi oleh faktor lain juga misalnya industrialisai apalagi 100 km dari Jakarta ada PLTA yang menggunakan batu bara, ini harus di pikirkan jangka panjangnya," jelas Trubus.
