HELOINDONESIA.COM - Upaya menanggulangi polusi udara dengan cara uji emisi hingga saat ini dinilai belum maksimal untuk mengurangi dampak polusi udara di Jakarta.
Untuk itu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan, upaya ini harus terus digencarkan dan diikuti langkah lain sehingga polusi dapat segera teratasi.
"Yang harus kita hilangkan itu sumber-sumber polusi itu. Yang pasti itu kan kendaraan bermotor, transportasi, nah itu kan sekarang uji emisi," kata Ma'ruf di Cirebon, Jawa Barat, seperti dalam tayangan YouTube Wapres RI, Sabtu (26/8).
Baca juga: Waspada, Studi Terbaru Ungkap Bahwa Polusi Udara Bisa Berdampak pada Kesuburan Pria
Namun ia menyebut, uji emisi yang saat ini dilakukan baru mengurangi dampak polusi hingga 5 persen. Untuk itu ia ingin program ini terus dikembangkan lagi sehingga dapat berdampak langsung pada pengurangan polusi.
"Tetapi ini belum berpengaruh karena baru 5 persen. Sekarang ini baru 5 persen tentu belum berdampak. Oleh karena itu, saya minta terus uji emisi ini," kata dia.
Kemudian Ma'ruf juga menyinggung masalah industri yang menyumbang polusi cukup tinggi. Ia menyebut industri ini adalah masalah lain yang harus diatasi sehingga polusi dapat dikurangi.
"Dan kedua itu industri yang mengotori, baik yang di wilayah Jakarta maupun yang di sekitarnya. Nah, itu juga masalah," katanya.
Baca juga: Tidak Ada Awan, Pemprov DKI Kesulitan Turunkan Hujan Buatan untuk Kurangi Polusi Udara di Jakarta
Selain transportasi dan industri, satu hal lagi yang menurut wakil presiden penting dilakukan untuk mengurangi dampak polusi udara adalah dengan penambahan ruang terbuka hijau dan kebijakan WFH.
"Selain itu, ada tambahannya itu membuka ruangan hijau, taman-taman, kemudian WFH ya, itu tambahannya. Tapi yang pokok tadi dua itu, transportasi, kemudian industri, itu yang paling, apa namanya itu, barangkali itu harus cepat diatasi," ujar Ma'ruf.
Menurut Ma'ruf, masalah transportasi dan industri yang harus dipercepat penanganannya agar polusi udara dapat berkurang.
