Tak Tercatat di Gapoktan, Jangan Harap Dapat Pupuk Subsidi

Senin, 22 Januari 2024 10:49
Petani yang tak tergabung gapoktan bakal tak dapat pupuk subsidi (Foto Khairuddin/Helo) Helo Lampung

LAMPUNG. HELO.INDONESIA.COM.---- Tidak terdaftar di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), petani Kabupaten Lampung Timur jangan berharap dapat pupuk subsidi. Akibatnya, guna mendapat bahan penyubur tanaman itu, mereka harus mengeluarkan biaya mahal untuk beli pupuk nonsubsidi.

suparno, petani asal Waijepara mengeluhkan tingginya harga pupuk non subsidi berbagai jenis. Pria paruh baya itu terpaksa membeli pupuk non subsidi karena belum terdata sebagai anggota gapoktan di desanya. Meskipun semua persyaratan telah dipenuhi seperti KK, KTP termasuk luas lahan garapan, tapi harus menunggu keputusan pusat atau pihak kementerian.

Oleh sebab itu, sambil menunggu terdaftar jadi anggota, ia bersama petani lain harus beli pupuk non subsidi dengan harga mahal. "Meskipun sangat mahal, kami terpaksa beli pupuk non subsidi. Jika tidak, tanaman nggak bisa panen,"keluh Suparno.

Karena dirinya sudah mendaftar jadi anggota, pria dengan beberapa cucu itu berharap jadi anggota seperti petani lain. "Saya ini petani miskin. Kalau tiap musim tanam selalu beli pupuk non subsidi, darimana saya uang," ujarnya

Hal senada diungkapkan Susanto, petani Kecamatan Braja Selebah. Meskipun saat ini hampir semua petani telah tergabung di gapoktan desa mereka, tapi tidak sedikit petani yang belum terdaftar atau masuk jadi anggota.

Sehingga tiap musim tanam, mereka dengan terpaksa beli bahan penyubur tanaman itu dengar cara mandiri atau non subsidi. Padahal, harga pupuk non subsidi sangat mahal.
"Kami berharap, petani yang belum jadi anggota gapoktan agar dapat dipermudah. Sehingga mereka tidak terjerat rentenir,"tegas Susanto yang diamini oetani lain

Suyanto, agen pupuk Kecamatan Waijepara membenarkan jika petani yang belum jadi anggota gapoktan, terpaksa beli pupuk non subsidi dengan harga mahal. Untuk jadi anggota, petani harus lebih dulu didaftarkan ke pusat. Setelah diajukan, pusat belum tentu menyetujuinya.
"Di wilayah kerja saya, yang belum jadi anggota gapoktan sangat banyak. Setelah diajukan mereka belum tentu disetujui," kata Yanto.

Suyanto sependapat jika petani yang belum jadi anggota gapoktan tak dipersulit. Apalagi, rata-rata kehidupan mereka di bawah garis kemiskinan.
"Saya sangat prihatin dan sedih ketika mereka harus pulang dari gudang saya tanpa pupuk. Ini terpaksa saya lakukan karena belum jadi anggota dan sudah aturannya,"pungkas Suyanto.
(Khairuddin)

 - 

Berita Terkini