KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Meski telah dilakukan penanganan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, namun kondisi jalan di Jalan Bahari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal masih terlihat rusak dan terdapat genangan air.
Meski kerusakannya tidak terlalu panjang, namun membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas karena masih banyaknya lubang. Terlebih, saat kondisi saat ini yang sering terjadi hujan, lubang yang ada tidak terlihat karena tergenang air.
Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sudaryanto berkilah, kondisi Jalan Bahari Weleri yang rusak tersebut, menurutnya disebabkan tidak adanya saluran air di sekitarnya. Dikarenakan tidak ada saluran air, maka air tidak bisa jalan.
"Ya memang untuk di titik itu yang sering tergenang air karena sampingnya itu kan ada toko dan rumah, dan tidak ada saluran air. Sehingga kalau hujan itu air menggenang disitu," terang Sudaryanto, Selasa (30/2/ 2024).
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menganggarkan sekitar Rp 400 juta di tahun 2024 untuk perbaikan jalur tersebut. Namun demikian sambil menunggu proses perencanaan, persiapan maupun tender, DPUPR telah melakukan penanganan darurat dengan cara meninggikan jalan.
Darurat
"Kemarin kita tangani secara darurat, jalannya kita tinggikan pakai sertu (pasir bercampur batu), pakai LPA (Lapis Pondasi Agregat Kelas A) terus kita padatkan," ungkapnya.
Sudaryanto mengakui perbaikan darurat memang tidak mampu bertahan lama tetapi setidaknya dapat mengurangi genangan air dijalan tersebut."Karena itu hanya sifatnya timbunan dipadatkan ya kalau kena hujan memang agak becek, tapi minimal secara genangan sudah mengurangi," tandasnya.
Kepala DPUPR menambahkan perbaikan nantinya akan difokuskan pada titik kerusakan yang ada di Jalan Bahari berupa cor beton. Adapun pengerjaan perbaikan yang akan dimulai sekitar Maret 2024.
Salah seorang warga setempat, Nanik (50) menjelaskan sebelum diperbaiki pada minggu lalu kondisi jalan sangat parah, dan penuh lubang ditambah kontur tanahnya yang rendah membuat jalur tersebut persis seperti kubangan saat terkena hujan. "Itu beberapa hari lalu sudah dibenerin, kena hujan rusak lagi," ungkapnya. (Anik)