HELOINDONESIA.COM - Lingkungan kantor PWI Pusat dan Dewan Pers mencekam pada Senin (30/9/2024) pagi.
Segerombolan orang yang disebut “pasukan” oleh pecatan PWI Zulmansyah Sekedang, berkumpul di belakang gedung dewan pers.
Dengan memakai tanda pita biru di lengan, puluhan massa tersebut diduga berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
Diduga juga, kedatangan mereka sengaja dikoordinir dan dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Sebab, informasi kedatangan “pasukan” yang mau menggembok kantor PWI ini sudah menyebar ke mana-mana.
Baca juga: Dapatkan Kuku Cantik Berkilau dengan Nail Gel Inovatif
Seorang sumber menyebutkan, massa tersebut berasal dari anggota PWI Jakarta dan Banten yang sudah dibekukan kepengurusannya oleh PWI Pusat. Sebagian massa lainnya berasal dari Jawa Barat.
“Yang dari Banten dikoordinir dari Veteran (gedung PWI Veteran),” bisik seorang sumber terpercaya mengabarkan via telepon WhatsApp pada saat itu juga.
Dia juga mengatakan bahwa yang berasal dari Banten dikoordinir oleh Kepala Bidang OKK PWI versi Zulmansyah Sekedang. Mereka datang menggunakan sejumlah kendaraan.
Dari pantauan CCTV pada pukul 09.40 WIB, tiga orang naik dan keluar lift di lantai 4 kantor PWI Pusat.
Baca juga: UMKM Belum Maksimal Manfaatkan Fasilitas Pemkab Pesawaran
Ketiganya mengaku datang dari PWI Jawa Barat. Salah satu di antara ketiganya dikenal sebagai Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat.
Kedatangan ketiganya disambut pengurus PWI Pusat Dadang Rahmat dan Sayid Iskandarsyah.
Mereka pun diajak berbincang oleh Sayid dan sempat dibikinkan kopi. Selang beberapa saat, dua dari ketiga orang tersebut tampak menyulut rokok, meski di belakang badan mereka terpasang larangan merokok.
Kepada Sayid, Hilman mengatakan dirinya bersama rombongan hendak rapat di ruangan PWI Pusat berdasarkan undangan dari Zulmansyah Sekedang.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di Kualfikasi Piala Dunia 2026 Bulan Oktober Hadapi Dua Laga Tandang !
“Saya datang memenuhi undangan PWI Pusat yang ditandantangani oleh Ketua Umum Zulmansyah Sekedang,” ucap Hilman kepada Sayid sambil memperlihatkan surat undangan Rapat Pleno PWI kepada Sayid dengan Nomor : 026/PWI-P/LXXVIII/IX/2024 Perihal : Undangan Rapat Pleno PWI.
Sayid pun membalas ucapan Hilman bahwa Ketua Umum PWI Pusat adalah Hendry CH Bangun berdasarkan hasil Kongres ke-25 di Bandung dan telah disahkan melalui SK Menkumham Nomor AHU-0000946.AH.01.08. Tahun 2024.
“Zulmansyah sudah dipecat!” tegas Sayid kepada Hilman.
Awalnya, ketiganya bersikekeuh akan membawa rombongannya masuk ke ruangan PWI Pusat untuk rapat pleno.
Baca juga: Dorong e-Sport Lebih Besar, Cagub Ahmad Luthfi Janjikan Kompetisi di Tiap Kecamatan
Bahkan Sayid memberitahukan kepada Hilman bahwa Zulmansyah Sekedang sebagai pecatan PWI terlalu provokatif.
Sayid pun memperlihatkan screenshot pesan berantai WhatsApp yang diduga perintah Zulmansyah.
Isi pesan Wa tersebut berbunyi: “Sebagai tambahan, saran yang berkembang: 1. "Pasukan tetap masuk "menguasai" kantor PWI lantai 4, menggemboknya (yang sudah disediakan) dan memberikan kuncinya ke Dewan Pers. Ini pertanda kita mengakui keputusan Dewan Pers, tetapi juga tidak mematahkan semangat "pasukan," sekaligus memastikan gerombolan Hendry Cash Back tidak menguasai kantor PWI.
2.Rapat pleno tetap dijalankan, namun tempatnya dialihkan ke tempat lain.”
Menurut Sayid, saat itu Hilman cuma mengangguk anggukan kepala saat diperlihatkan isi pesan berantai WhatsApp yang diduga disebarkan pecatan PWI Zulmansyah Sekedang.
Baca juga: Diskominfo Tangsel Raih Penghargaan Inovasi Teknologi dan Pengembangan Infrastruktur Privat 5G
Sayid pun menasihati Hilman dan kawan-kawannya kalau kalian (PWI Jabar, DKI dan Banten) memang mau menjaga marwah PWI, pihaknya sudah menawarkan rekonsiliasi sejak beberapa pekan lalu.
“Sekarang kalian maunya apa? Kalian bawa “pasukan” mau menyerbu sini? Sama aja merusak nama PWI. Ayo, kalau mau rusak, rusak sekalian, memang kalian saja yang punya orang!” tegas Sayid dengan nada datar namun tegas.
Setelah berbincang dengan suasana sedikit tegang, akhirnya ketiga orang yang mengaku dari PWI Jabar itu pun turun.
Terdengar teriakan-teriakan nggak jelas dari puluhan orang yang mengenakan tanda pita biru yang berkumpul di halaman parkir belakang gedung Dewan Pers, persis depan kantin.
Baca juga: Refleksi Lima Tahun Kepemimpinan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Tak lama kemudian, “pasukan” itu berlalu entah ke mana. Tapi kabar dari beberapa foto yang beredar di pesan berantai WhatsApp mereka berkumpul di PWI Jaya untuk rapat pleno.
Lucunya, pasukan yang dimaksud berasal dari Banten dan datang menumpang mobil rentalan Toyota Hiace berplat A mengaku tidak memiliki kartu PWI. Diduga mereka adalah massa bayaran.
Sebab, beberapa anggota PWI menanyakan ke mereka punya kartu PWI atau nggak, beberapa orang yang datang itu tak punya kartu PWI.
"Ah puyeng gua gak tau masalahnya, kita balik kanan aja," ucap seorang pasukan Zulmansyah.
"Ah lo salah gerbong," ucap seorang pengurus PWI Pusat.