TEGAL, HELOINDONESIA.COM - Jenazah M Fahri Maulana (16), pendaki yang jatuh ke kawah Gunung Slamet akhirnya berhasil dibawa turun ke basecamp (BC) Permadi Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Jenazah remaja asal Sirampong Brebes tersebut tiba pada Rabu (19/8/26) dinihari tepatnya pukul 02.15 WIB di BC Permadi.
"Alhamdulillah seluruh Proses evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 dinihari dan selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga," ungkap Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang, dalam keterangannya Rabu 19 Agustus 2026.
Baca juga: Ketua MPR Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
"Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,'' imbuhnya.
Proses evakuasi sendiri melibatkan hampir seratus personel yang terdiri dari berbagai unsur SAR baik dari Basarnas, Koramil, Polsek, Basecamp-basecamp Pendakian sekitar Gunung Slamet, maupun potensi SAR yang berada di area Tegal, Pemalang bahkan Pekalongan dan juga warga sekitar.
"Kami ucapkan terimakasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antar unsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun. Tetap waspada dan kami himbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,'' pungkas Budiono.
Seperti diberitakan, M Fahri Maulana, remaja asal Sirampong Brebes meninggal dunia saat mendaki gunung Slamet bersama tiga rekan lainnya. Mereka naik pada Senin (17/8/26) malam dan mencapai puncak pada Selasa (18/8/26) pagi hari. Setelah selesai muncak sekitar pukul 09.00 WIB mereka memutuskan turun.
Namun salah satu pendaki yakni Fahri memutuskan untuk turun belakangan dan masih asyik berada di bibir kawah. Nahas, tanah yang dia pijak rapuh dan ambrol sehingga membuat korban jatuh ke kawah yang berkedalaman sekira 20 meter.
Kejadian tersebut disaksikan pendaki lain dan segera dilaporkan ke pos Basecamp Bosapala Sawangan yang kemudian diteruskan ke Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk meminta pertolongan. (Aji)