KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Penataan Pasar Weleri, Kabupaten Kendal dinilai masih semrawut oleh Wakil Ketua DPRD Kendal, Akhmat Suyuti. Hal ini dikatakan usai Akhmat Suyuti mengunjungi Pasar Weleri sekaligus menghadiri undangan Forum Gerakan Anak Pedagang Pasar Weleri (FAPPW) dalam acara "Sapa pedagang Pasar Weleri dan Serap Aspirasi Pedagang serta Paguyuban Pasar Weleri", Selasa (12/22/2024).
"Penataannya semrawut. Tidak relevan sama sekali. Eman-eman uangnya (anggaran)," ujar Akhmat Suyuti. Ia menyebut, penataan Pasar Weleri tahap 1 ini tidak seperti yang diharapkan. Padahal anggaran yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp 55 miliar.
"Mestinya tidak semacam ini. Kalau semacam ini kesannya tidak profesional. Anggaran sebesar itu adalah uang rakyat," tegasnya.
Menurutnya, melihat kondisi pedagang Pasar Weleri saat ini, pembangunan Pasar Weleri tahap 2 harus segera direalisasikan. Sehingga 1.000 lebih pedagang yang belum tertampung bisa segera bersatu berjualan di pasar yang sama.
Jumlah Kios
"Alasan yang klasik bahwa jumlah kios yang ada itu belum mampu menampung seluruh pedagang yang dimiliki Pasar Weleri. Maka mau tidak mau ya secepatnya dilakukan pembangunan selanjutnya. Kalau tidak ya repot nanti pasar ada dimana-mana," beber Wakil Ketua DPRD Kendal dari Fraksi PDI Perjuangan.
Ia menambahkan, pihaknya juga berencana menegur dinas terkait untuk apa yang menjadi permasalahan dari para pedagang serta penataannya yang masih semrawut. "Kita akan tegus dinas perdagangan, biar dia menyampaikan apa yang menjadi keluhan, hambatan dan lain sebagainya. Kan harusnya tidak semacam ini. Ini ya kita kecewa," imbuhnya.
Senada, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq juga menyatakan, akan melakukan evaluasi sejauh mana penataan yang dilakukan dari pemerintah dan apa yang diinginkan para pedagang Pasar Weleri.
"Kalau harapan kami DPRD pastinya pasar ini segera diselesaikan, pedagang juga nyaman. Dan yang tak kalah pentingnya masyarakat juga kembali belanja ke Pasar weleri," harap Mahfud.
Mahfud berpesan agar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal untuk selalu berkomunikasi dengan para pedagang baik menyangkut penataan lingkungan hingga lapak pedagang.(Anik).