KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Menu hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kendal, Senin (6 /1/2025) dinilai sudah bagus. Berdasarkan pantauan menu yang didistribusikan di hari pertama terdiri dari nasi, sayur, ayam teriyaki ditambah buah dan susu kotak.
Pada hari pertama ini, Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kodim 0715/Kendal setidaknya mengolah dan mendistribusikan sebanyak 2.906 porsi makanan yang diperuntukkan kepada siswa penerima manfaat.
Pendistribusian dilakukan dua kali dalam sehari. Yakni pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB untuk jenjang SD dan TK. Dan untuk sisa SMP dan SMA didistribusikan sekitar pukul 10.00 WIB setiap harinya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, program MBG ini sementara masih menyasar di 11 sekolah jenjang TK, SD, SMP dan SMA sederajat yang ada di Kecamatan Kendal. Adapun pendistribusian dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Jumat.
Bertahap
"Hari ini baru 6 SD, 2 TK, 1 kelompok bermain, 1 SMP dan 1 SMK yang dapat. Rencananya dari pemerintah pusat akan bertahap akan ditambah. Tapi untuk awal baru di Kecamatan Kendal," terang Kepala Disdikbud Kendal.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menjelaskan, MBG yang didistribusikan kepada siswa di Kendal ini telah memenuhi standar gizi yang cukup baik dan sangat disukai para siswa. Terlebih menu MBG diolah di dapur SPPG yang bersih dan higenis serta sesuai standar gizi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Di dapur itu sudah ada ahli gizi. Jadi ada satu orang yang khusus ahli gizi, mereka sudah dididik khusus selama 9 bulan. Sehingga gizinya dipantau dan sangat detail, karena ini bukan hanya sekedar memberi makan tapi adalah makan yang berdampak signifikan," terang Dico saat memantau pendistribusian MBG di SDN 2 Langenharjo, Kendal.
Menurut Dico, dari tampilan menu hari pertama harga per porsi diperkirakan lebih dari Rp 10 ribu. Namun ia menyebut nominal biaya yang di keluarkan di setiap harinya bisa fluktuatif sesuai dengan menu yang nanti akan berganti-ganti setiap harinya.
"Kalau bicara harga saya rasa tidak bisa dipukul rata. Apakah ini Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu. Kalau melihat menu hari ini saya rasa diatas Rp 10 ribu. Jadi memang tiap hari berganti dan dievaluasi. Misal hari ini anak-anak yang SD nasinya kebanyakan tidak, lauk dan sayurnya dihabiskan tidak. Nah itu dievaluasi," bebernya.
Sekolah
Dico menambahkan, berdasarkan jumlah siswa dan sekolah yang ada, Kabupaten Kendal masih memerlukan sekitar 47 dapur untuk memenuhi seluruh kebutuhan program MBG.
"Harapannya ini bisa segera kita realisasikan di seluruh wilayah di Kabupaten Kendal, karena ini baru satu dapur dan kita masih membutuhkan 47 dapur. Ini yang akan kita kejar, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dipenuhi semua agar programnya bisa 100 persen berjalan," tandasnya.
Sebelumnya, saat launching SPPG, Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Ely Purwadi mengatakan, program MBG ini melibatkan suplier baik pelaku UMKM, petani, dan masyarakat lokal Kendal. Sehingga selain bisa berdampak positif bagi anak sekolah juga berdampak baik bagi pemberdayaan perekonomian masyarakat lokal.
"Kami mengucapkan terima kasih atas support dari pemda dan stakeholder terkait dalam rangka menyukseskan program MBG. Saya disini ikut memastikan program bisa berjalan dengan baik dan tidak salah sasaran," terang Letkol Inf Ely Purwadi.(Anik)