LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ribuan petani singkong tak sabar aksi menunggu kawan-kawannya yang sedang dalam perjalanan ke Lapangan Korpri, Senin (14/1/2025). Walau sempat gerimis, pas jadwal aksi, mereka yang sudah datang sejak pagi mulai menggelar aksi atas anjloknya harga singkong.
Mereka mengacungkan poster-posret karton berisi tulisan tuntutan mereka serta orasi dari atas truk. Pagar kawat berduri yang melingkari Kantor Gubernur dan DPRD Lampung ditarik para petani dari tangga ke arah lapangan.
Massa tampak geram, aparat kepolisian tetap berusaha tenang melihat kondisi aksi. Dari pihak kepolisian, via pengeras suara, berusaha meredam emosi massa yang mulai bergejolak lewat pengeras suara mobil komando mereka.
Pihak kepolisian minta para petani tenang dan aksi dengan hati yang bersih dan menjamin akan mengawal aksi. "Tolong teman-teman jangan mudah terprovokasi untuk anarkis," ujar seseorang dari barisan keamanan.
Suara dari mobil komando yang lebih kuat langsung mengalihkan perhatian massa. "Cek cek, perhatian perhatian, kita satu komando," buka salah seorang koordinator aksi yang menuntut harga singkong naik.
Hingga berita ini diturunkan, Pj Gubernur Samsudin belum terlihat menemui aksi massa. Para petani murka karena tak teralisasinya kesepakatan kenaikan harga singkong sejak akhir tahun lalu.
Padahal, Pj Gubernur Lampung Samsudin dan 29 pengusaha tepung tapioka sudah menandatangani kesepakatan harga singkong Rp1500 per kg dengan rafaksi 15 persen di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024). (Hajim)
-