Selain Jangan Korupsi, Aktivis 98 Lampung: Program Makan Bergizi Gratis Harus Inklusif

Selasa, 14 Januari 2025 14:17
MBG - Cahyalana (foto kiri paling kanan), dan Muzzamil kanan. | Kolase Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Aktivis gerakan 1998 asal Lampung, Cahyalana, melalui keterangannya saat diwawancarai Selasa (14/1/2025), berpesan agar program unggulan pemerintahan Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran: makan bergizi gratis (MBG) dijalankan sebaik mungkin sebagai eksekusi penunaian janji kampanye Pilpres 2024, selain itu jangan dikorupsi.

Cahyalana menggarisbawahi urgensi program MBG, sebagai ejawantah dari kelima sila Pancasila, dan poin pertama hingga poin ketiga tujuan nasional pemerintah negara Indonesia sebagaimana termaktub dalam Alenia Keempat Pembukaan UUD 1945.

"Coba mari kita bayangkan, dalam paket MBG yang disantap bersama, disana komplit, ada apa namanya, internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila dan sebangun senapas dengan tujuan nasional kita dalam berbangsa dan bernegara," lugas Cahya, sapaan karib tokoh disegani ini.

Dari itu Cahya menohok pesan, agar jangan ada kata korupsi, jangan ada kata rasuah, didalam setiap detak napas eksekusi program ini. "Jauhkan dari rasuah. Program MBG saya mohon jangan dikorupsi," wanti dia.

Cahyalana, pemberani asal Way Kanan ini, mantan aktivis Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) UBL dan KMPPRL 1998-2000, aktivis KBRBU, Ketua Bidang Organisasi PRD Lampung era Pemilu 1999, Ketua KPW PRD Lampung 2000-2001, dan pendiri Aliansi Demokrasi (Allende) 2002.

Pilgub Lampung 2024, Cahyalana tergabung punggawa Bidang Konsolidasi Daerah Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan.

*Harus Inklusif*

Eksponen 1998 Lampung lainnya, dikenal pula jurnalis kontributor sejumlah media daring dan juru siniar, Muzzamil, melambungkan alarm pengingat kesetaraan hak anak usia sekolah dan ibu hamil dan menyusui target perdana program MBG ini, keterkaitannya dengan menu makanan MBG.

Muzzamil mengintensi pemuliaan inklusivitas dalam penerapan program MBG. Dia merujuk pemisalan, hak bagi para anak penyandang disabilitas dan anak dengan gangguan alergi yang tak bisa santap menu makanan tertentu.

"Patut digarisbawahi, menu MBG itu tidak sama untuk semua anak. Anak-anak dengan riwayat medis alergi kulit misalnya, kan harus diperhatikan betul agar tak ada viral misalnya temuan kasus reaksi ruam, gatal kulit setelah mengonsumsi makanan MBG," alarm dia, di sinilah peran ahli gizi dan nutrisi total hadir, demi agar komposisi menu sesuai kebutuhan.

"Andai dihadapkan pertanyaan, cukupkah gizi menu MBG bagi anak penyandang disabilitas? Referensi yang pernah saya baca misalnya, untuk anak berkebutuhan khusus atau autis, mereka butuh diet selektif dikarenakan lebih sensitif terhadap zat pengawet, gula, juga susu. Lalu, merujuk data, di Indonesia sekitar 2 juta anak penyandang disabilitas yang lebih rentan kekurangan gizi termasuk stunting. Artinya apa, butuh terapi gizi tepat guna ringankan beban kesehatannya," ujar dia.

Hal pokok lainnya, imbuh dia, soal prinsip bahwa semua anak berhak mendapatkan makanan bergizi. Ini juga dapat dirujuk dari gambaran umum bagaimana negara-negara global mendukung anak-anak mereka melalui program makan siang sekolah yang efektif. Baik cakupan, praktik implementasi, dan biaya program kesehatan dan gizi berbasis sekolah.

Problem di lapangan, tidak semua anak penyandang disabilitas itu terakses, atau bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Data survei, hanya 12,26 persen anak penyandang disabilitas di Indonesia yang terakses, yang Allah mudahkan jalannya dapat pendidikan formal. Lainnya masih belum beruntung, ini PR. Upaya bersama tingkatkan akses anak disabilitas terhadap daya jelajah cakupan program MBG ini wajib. Saya meyakini arah kebijakan afirmatif Prabowo-Gibran pun bakal kesana," lugas dia.

Berikutnya, merujuk prinsip No Left To Behind seperti diseksamakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) 2030, Muzzamil mewanti pula agar upaya keras perwujudan inklusivitas dan tata nilai program MBG, mesti berkeadilan dengan disertai indoktrinasi kurva.

Publikasi State of School Feeding Worldwide diterbitkan setiap dua tahun dan menggunakan sumber data terbaik yang tersedia untuk memberikan gambaran umum tentang cakupan, praktik implementasi , dan biaya program kesehatan dan gizi berbasis sekolah di seluruh dunia.

"Contoh historis. Di Eropa, program sejenis ada sejak dekade 1700-an. Nigeria di Afrika, contoh kisah sukses praktik baik program sejenis sejak 2005, program makan siang inklusi yang terbukti mampu meningkatkan angka partisipasi anak usia sekolah serta kehadiran siswa termasuk anak penyandang disabilitas. Menyusul Kolombia di Amerika Latin, mengeksekusi program sejenis sejak 2006 menarget kaum miskin, etnis minoritas, dan penyandang disabilitas," ungkapnya.

Menyitat data wfp.org, Muzzamil menyebut hingga 2022 lalu terdapat sedikitnya 418 juta jiwa anak di 176 negara, menerima manfaat program pemberian makanan di sekolah.

Meliputi, 29 juta anak di Amerika Utara, 80 juta di Amerika Latin dan Karibia, 19 juta di Timur Tengah dan Afrika Utara, 55 juta di Eropa dan Asia Tengah, 53 juta di Afrika Sub-Sahara, 125 juta anak di Asia Selatan, dan 57 juta di Asia Timur dan Pasifik.

Program Pangan Dunia PBB atau World Food Programme (WFP) mencatat, dana domestik menjadi sumber pendanaan utama program MBG di semua negara. Tercatat, antara tahun 2020 dan 2022, investasi global untuk makanan sekolah meningkat dari US$ 43 miliar menjadi US$ 48 miliar.

Pendanaan domestik mewakili lebih dari 98 persen porsi pendanaan untuk makanan sekolah secara global. 87 persen negara, saat ini memiliki kebijakan pemberian makanan di sekolah, tadinya masih 79 persen tahun 2020.

Dari sini terlihat, meski ruang fiskal sangat ketat, negara-negara berpenghasilan rendah telah meningkatkan pendanaan domestik mereka untuk makanan sekolah, sementara dukungan donor di negara-negara yang sama itu telah menurun baik secara proporsional maupun secara riil.

"Tren peningkatan pendanaan domestik ini menggembirakan dan menegaskan semakin diprioritaskannya makanan sekolah oleh pemerintah negara berpenghasilan rendah. Semakin banyak negara juga memperkuat, memperluas kebijakan dan kerangka hukum yang mengatur program makanan sekolah mereka," catat WFP.

Sebagai saran penyempurnaan program, dia berpesan agar kedepannya pihak pengampu program MBG ini membuka tiga 'ruang'. Yakni, ruang pelibatan siswa latar anak penyandang disabilitas dalam proses perencanaan menu makanan tersusun demi untuk agar dapat bersesuaian lebih dekat, lebih erat, dan lebih tepat dengan kebutuhannya.

Kemudian, ruang pemastian informasi gizi dan aksesibilitas fisik bagi siswa anak penyandang disabilitas sesuai dengan keragamannya. Dan, ruang pelibatan pihak Komite Sekolah dan organisasi komunitas penyandang disabilitas dalam upaya meningkatkan daya sensitivitas inklusivitas program MBG.

Merujuk literatur Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO), yang beranggota 194 negara dan 12 anggota asosiasi (negara non independen); Muzzamil menyebut pengingat.

"School feeding in inclusion, brief a inclusion in education. Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran, bisa menjadi cara demi mewujudkan kesetaraan dan inklusivitas," pungkasnya.

Muzzamil, mantan aktivis mahasiswa Unila, Bendahara Kelompok Diskusi Cermin Ilmu dan Kreativitas Intelektual (CIKAL) FISIP Unila dan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) Dema Unila 1998-2000, Koordinator Divisi Opini Publik Komite Advokasi Gerakan Rakyat (Tegar) 1999-2000, Ketua KPK PRD Lampung Selatan 2000-2001, Koordinator Departemen Pendidikan dan Kaderisasi Forum Mahasiswa Tanggamus (FORMAT) 2000-2002.

Muzzamil juga pernah menjadi Koordinator Departemen Pengembangan Organisasi Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional (STN) 2001-2002, Koordinator Bidang Pendidikan dan Ideologi Persatuan Mahasiswa Pelajar Ogan Komering Ulu Selatan (PMPOKUS) 2002-2004, pendiri dan Ketua Badan Pekerja Center for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) sejak 2002-sekarang.

Dia pernah menjadi Wakil Sekretaris DPD Persatuan Penggemar Pencak Silat (P3S) Gagak Lumayung Lampung 2005-2016, Sekretaris Eksekutif LSM LIDAH 2006-2012, Deputi Kampanye dan Publikasi FGD DKI Lampung 2017-2020, Kasatgas Opini Publik DPD Bravo Lima Lampung 2018-2019, Ketua Dewan Pengarah BPD Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT) Lampung 2019-2024, serta dan pengurus Bidang Media Informasi DPD Perkumpulan Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung 2020-2025.

Muzzamil juga pengurus Bidang Media dan Publikasi DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung 2021-2026, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan (OKK) dan Ketua Bappilu DPD Partai Hanura Lampung 2021-2023, Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi Forum Relawan Bencana (FRB) Lampung 2022-2024.

Dia juga menjabat Wakil Sekretaris DPD Partai Hanura Lampung dan Ketua Divisi Litbang FGD Desa Kawasan Hutan (DKH) Lampung 2023-sekarang, pendiri dan Ketua Divisi Litbang DPW Asosiasi Penggilingan Padi Rakyat SIGER Lampung (ASPPARASILA) dan Sekretaris DPD Jangkar Merah Putih (JMP) Lampung 2023-2028. Muzzamil tergabung punggawa Bidang Penggerak Desa Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan pada Pilgub Lampung 2024.

Allah tidak tidur. Dulu pascakrisis 1997, dan reformasi 1998, para aktivis ini termasuk barisan parlemen jalanan pejuang program populis pendidikan dan kesehatan gratis ala rezim sosialis. Kini seiring rezim silih berganti, mereka kompak menyematkan dukungan kritis terhadap program populis lainnya, makan bergizi gratis. (Muzzamil)

Berita Terkini