LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM --- Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana telah memerintahkan semua OPD menangani banjir yang melanda sebagian kota sejak terjadinya bencana alam ini, Jumat sore (17/1/2024) hingga tuntas.
"Kami diperintahkan langsung oleh Bunda Eva Dwiana untuk membantu masyarakat mengatasi dampak banjir," kata Sekdakot Iwan Gunawan, Selasa (21/1/2024).
Iwan Gunawan, didampingi Kasubag Humas Ali Rozi, mengerahkan BPBD, Damkarmat, Diskes, Sat Pol PP, Dishub, dan PDAM Way Rilau untuk mengevakuasi, membersihkan, pembagian sembako, hingga pengobatan warga terdampak banjir.
Hingga H+5, Selasa (21/1/2025), OPD terus berjibaku mengatasi dampak banjir. Mereka dibagi pengawasannya per wilayah, yakni Panjang, TBS, TBB ,TBU, dan beberapa wilayah lainnya.
Setiap tim tak hanya mengevakuasi penduduk tapi juga membantu membersihkan lumpur yang menutupi rumah-rumah warga dan mengangkat sampah yang menumpuk pascabanjir hingga pengobatan.
Pemkot Bandarlampung juga mendistribusikan makanan berupa nasi kotak dan beras tiga ton untuk masyarakat di setiap kecamatan ýang terdampak.
BPBD melakukan evakuasi pohon tumbang, Damkarmat evakuasi warga, DLH dan Pol PP bersihkan sampah ýang tersisa sampai sekarang.
"Malam itu juga, kami mendistribusikan lima ribu makanan untuk warga setiap kecamatan dan itu tiga kali makan bukan satu kali.termasuk menyalurkan 3 ton beras untuk warga," ungkapnya
Lebih lanjut, Iwan menyampaikan, pihaknya telah mendirikan posko di setiap kecamatan untuk pendistribusian makanan, sedangkan untuk medirikan dapur umum ada klasifikasinya," imbuhnya.
Bukan hanya itu, atas perintah Wal Kkota PDAM dan BPDD Bandarlampung langsung melakukan pendistribusian air minum dan juga air bersih untuk warga.
" PDAM saat itu juga langsung menyalurkan air minum. Sedang BPBD keesokan harinya air bersih yang memang dibutuhkan," urainya.
Terkait, penanganan kesehatan bagi masyarakat yang mulai mengalami masalah seperti gatal-gatal dan lainnya, Iwan menegaskan semua puskesmas dan nakes yang ada stanby 24 jam untuk menangani keluhan masyarakat.
"Semua puskesmas dan nakes harus jaga hingga 24 jam agar setiap masyarakat yang membutuh obat dan lainnya bisa langsung dilayani bahkan bila perlu didatangi kalau tidak bisa ke puskemas," ujar Iwan.
Saat ini yang terpenting pihaknya fokus akan penanganan pasca banjir. Fokus untuk penanganan pasca banjir, dan bantuan akan terus kita salurkan sampai kondisi normal,"pungkasnya.(Rls/Hajim).