DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi warga yang berulang tahun, Kabupaten Demak akan melaksanakan mulai Februari 2025. Skrining kesehatan berdasarkan siklus hidup itu dapat dilakukan di puskesmas sesuai alamat KTP/KK.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr H Ali Maimun MKes menjelaskan, PKG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang harus dilaksanakan pada 2025. Selain masuk delapan misi Asta Cita, PKG juga termasuk delapan Program Hasil Terbaik Cepat (quick win) gagasan Prabowo.
"Selain itu berdasarkan hasil survei kegiatan prioritas, PKG juga menduduki tempat tertinggi yang diharapkan masyarakat," tuturnya, saat Rapat Koordinasi Membangun Komitmen Sukseskan PKG di Hari Ulang Tahun, Kamis 23 Januari 2025.
Baca juga: MilkLife Soccer Challenge All-Stars: Tim Semarang Buru Prestasi Maksimal meski Persiapan Minimal
Namun lebih dari itu, PKG penting segera dilaksanakan karena sebagian besar kasus kematian di Indonesia sebenarnya adalah kasus yang dapat dicegah. "Ingin panjang umur, tapi tidak mau menjaga kesehatan. Sehingga kemudian muncul penyakit tak menular (PTM), seperti stroke, jantung, hitertensi, DM, gagal ginjal, dan sejenisnya," imbuh dr Ali Maimun.
Situasi kesehatan di Indonesia saat ini, lanjutnya, masih ada bayi stunting, dan remaja anemia. Di samping lansia obesites, hipertensi dan gula atau diabetes melitus (DM). Disebutkan, halnitu akibat kesadaran masyarakat menjaga kesehatan kurang. Terbukti baru 39,8 persen yang telah skrining PTM.
"Dalam PKG yang diutamakan adalah skrining deteksi dini. Harapannya, jika diketahui sejak awal bisa segera diobati," ujarnya.
Sehubungan itu, masyarakat yang ulang tahun dan sudah terdaftar di aplikasi Satu Sehat, nantinya akan mendapat notifikasi untuk skrining PTM sesuai siklus hidup. PKG ke puskemas sesuai alamat KTP/KK.
"Jika tidak, bisa datang langsung ke puskemas dengan menunjukkan KTP/KK. Tidak harus saat ulang tahun, tapi maksimal hingga satu bulan berikutnya. Sedangkan yang lahir di bulan Januari, diberi kesempatan hingga bulan Maret," kata dr Ali Maimun.
Sambut Positif
Sehubungan itu, Bupati dr Hj Eisti'anah SE menyambut positif. Namun yang perlu disampaikan masyarakat, PKG tidak sama dengan medical ceck up. Sebab periksa ke laborat menyesuaikan hasil pengisian skrining.
Baca juga: Abdul Munib Pastikan Mayoritas PWI Papua Hadir di HPN 2025 Kalsel
Disampaikan dia, pada masa uji coba atau awal pelaksanaan PKG, bisa diinventaris kendala yang muncul di lapangan. "Perhatikan kesopanan tanpa bedakan masyarakat yang dilayani. Sehingga bisa berkolaborasi satu dan lainnya," kata bupati.
Diharapkan pula, PKG tidak hanya seremonial. Namun benar-benar dicermati seksama, agar terlaksana dengan baik. Sehingga target dan tujuan masyarakat bisa peroleh layanan kesehatan gratis benar-benar bermuara pada semakin panjang harapan hidup. (Jati)