Pemkab Kendal Kerahkan 2.000 Warga Lebih Kerja Bakti Massal di Lokasi Banjir

Jumat, 24 Januari 2025 13:56
Warga Kendal saat melakukan kerja bakti massal di lokasi banjir. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Setidaknya 2.000 warga yang meliputi unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, ormas dan lainnya bergotong royong melakukan kerja bakti massal di lokasi yang terdampak banjir bandang akibat tanggul yang jebol di Desa Kebonharjo dan Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat 24 Januari 2025.

Pj Sekda Kendal saat memimpin kegiatan kerja bakti massal mengatakan, kerja bakti pembersihan sampah dan lumpur ini diikuti stakeholder, baik ASN, TNI, Polri, pelajar, ormas, relawan dan lain sebagainya.

"Kita melaksanakan operasi kemanusian yaitu pembersihan sampah dan lumpur pasca-banjir yang dialami warga di Patebon. Kita kerahkan semua dari TNI, Polri, ASN, ormas, pelajar dan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa membantu warga yang terdampak kebanjiran," kata Pj Sekda.

Baca juga: Mahasiswa Magister Hukum USM Laksanakan KKL ke Singapura dan Malaysia

Ia menyampaikan, setidaknya ada kurang lebih 2.000 orang yang ikut membantu dalam kerja bakti massal ini. Adapun area kerja bakti massal dilakukan di seluruh area yang terdampak banjir termasuk di pemukiman warga.

"Harapan kami memang dengan kehadiran kita akan membantu kesusahan yang dialami masyarakat yang terdampak banjir.
Semua membantu maayarakat membersihkan sisa-sisa banjir, seperti sampah dan lumpur yang masih menjadi permasalahan di lingkungan perumahan warga," ungkap Agus.

Ditambahkan, hingga saat ini masih ada genangan air di sejumlah pemukiman warga. Sejumlah warga juga ada yang masih mengungsi di tempat-tempat pengungsian.

"Masih ada beberapa warga yang mengungsi karena memang kondisi rumah yang belum bisa ditempati. Genangan air masih ada di sekitar dusun Babadan ini tadi malam kita sudah upayakan penyedotan oleh BPBD," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Aris Irwanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya kerja bakti massal yang diinisiasi pemerintah daerah untuk membersihkan tumpukan sampah hingga lumpur di area pemukiman warga yang terdampak banjir parah di Desa Kebonharjo dan Lanji.

"Kami sangat mengacungkan jempol, semoga kolaborasi ini bisa terjalin tidak hanya pada kegiatan ini saja tetapu selanjutnya. Dukungan dari Kodim, Polres, seluruh elemen masyarakat sangat berarti," katanya.

Dibuang ke TPA Jatirejo

Ia menyebut, sampah-sampah paska banjir ini nantinya akan dibuang di TPA Jatirejo Ngampel.

"Terkait sampah paska banjir inu adalah sampah spesifik yang tidak boleh dibuang di TPA Darupono, makanya kita sediakan TPA yang sudah tutup akan kita buka lagi khusus untuk sampah paska banjir yaitu di Jatirejo. Kepada masyarakat yang ingin membuang sampah paska banjir bisa ke TPA Jatirejo. Tidak di TPA Darupono," ujar Aris Irwanto.

Baca juga: MLSC All-Stars, Tim Sepakbola Putri Semarang Berbenah Usai Dikalahkan Jakarta

Ia menyebut, dampak lingkungan paska banjir tentunya membuat produksi sampah semakin tinggi. Selain itu juga berdampak pada kebersihan lingkungan yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan hingga penyakit seperti demam berdarah.

"Kami berharap warga aktif untuk membersihkan lingkungan dan sampah yang ada di dalam rumah agar tidak dijadikan sarang nyamuk," pungkasnya.(Anik)

Berita Terkini