Tahniah! Kali Ketiga, Udo Z Karzi Raih Hadiah Sastra Rancagé Award 2025

Sabtu, 1 Februari 2025 10:06
Udo Z Karzi Helo Lampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM --- - Tahniah! Untuk ketiga kalinya, sasterawan/budayawan Lampung Zulkarnain Zubairi (nama pena: Udo Z Karzi) meraih penghargaan Hadiah Sastra Rancagé 2025 kategori Sastera Lampung.

Kumpulan cerpen Udo Z Karzi yang berjudul "Minan Lela Sebambangan; Selusin Cerita Buntak", yang diterbitkan Penerbit Pustaka LaBRAK, Bandarlampung, 2024; berhasil memikat hati dewan juri, mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi ini untuk ketiga kalinya setelah setelah raihan 2008 dan 2017.

Pengampu, Yayasan Kebudayaan Rancagé yang berbasis di Jl Garut Nomor 2 Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip laman resminya, Sabtu (1/2/2025), mengumumkan keterpilihan Udo Zul --sapaan Udo Z Karzi, bersama nama pemenang 5 kategori lainnya.

Pertama, Hadiah Sastra Rancagé 2025 kategori Sastera Sunda, jatuh kepada Hidayat Soesanto untuk karya sastra kumpulan cerita pendek (cerpen) berjudul "Anggota Déwan Ngagantung Manéh", yang diterbitkan oleh Penerbit Geger Sunten, Bandung, 2024.

Kedua, Hadiah Sastra Rancagé 2025 kategori Sastera Jawa jatuh kepada St. Sri Emyani untuk antologi puisi berjudul "Dalan Sidhatan (Persimpangan Jalan)", terbitan Sembilan Mutiara Publishing, Trenggalek, Jawa Timur, 2023.

Ketiga, Hadiah Sastra Rancagé 2025 kategori Sastera Bali dipersembahkan kepada Komang Sujana untuk karya kumpulan puisi berjudul "Renganis" yang diterbitkan Penerbit Pustaka Ekspresi, Tabanan, Bali, 2024.

Keempat, Hadiah Sastra Rancagé 2025 kategori Sastera Batak diberikan kepada Panusunan Simanjuntak untuk kumpulan cerpen "Parhuta - Huta Do Hami" terbitan Penerbit Selasar Pena Talenta, 2024.

Kelima, Penghargaan Jasa Rancagé 2025 untuk Sastera Sunda diberikan kepada Us Tiarsa, kelahiran Bandung, 1 April 1941.

"Selamat kepada para pemenang!", khatur pengumuman Yayasan Kebudayaan Rancagé, dirian (sekaligus/kini mantan ketua dewan pembina) mendiang sastrawan Ajip Rosidi ini. Kang Ayib sapaan suami aktris Nani Wijaya, wafat di Magelang karena sakit, 29 Juli 2020.

Udo Zul, penulis produktif sejak 1987 kelahiran Liwa, Lampung Barat, 12 Juni 1970, lulusan S1 Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung (Unila) 1996 ini pernah jadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Teknokra Unila (1993-1994), Pemimpin Umum Majalah Republica FISIP Unila (1994-1996), dan Pembimbing Majalah Ijtihad (1995-1998).

Mantan pegiat Kelompok Studi Merah Putih, FIRDES (Forum for Information and Regional Development Studies), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), serta anggota dan pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung sejak berdiri 31 Maret 2001 ini meniti karir jurnalistik dari menjadi wartawan Harian Lampung Post (1995-1996), reporter Majalah Mingguan Sinar, Jakarta (1997-1998).

Dia sempat mengajar Ekonomi-Akuntansi di SMA dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di kota kelahirannya (1998) sebelum jadi jurnalis Sumatra Post, Bandarlampung (1998-2000), kembali ke Lampung Post (2000-2006) lalu merantau ke Pangkalan Bun Kalimantan Barat bekerja di Harian Borneonews, (2006-2008), balik ke Lampung Post (2009-2015), 2015-kini di Fajar Sumatera, Bandarlampung; didaulat aktif sebagai Pemred sejumlah media daring seperti Suluh, Clickinfo dan Potensinews.

Pustaka LABRAK, notabene perusahaan penerbitan diriannya bersama Y. Wibowo dan Nugroho Este tahun 2010, selain Udo Zul juga editor BE Press, Bandarlampung sejak 2007.

Mantan Ketua Penelitian dan Pengembangan Dewan Kesenian Lampung (DKL) 2005-2006 ini juga dinilai turut membawa pembaruan dalam tradisi perpuisian berbahasa Lampung seperti terlihat dalam buku sajak dwibahasa Lampung-Indonesianya: Momentum (2002), hingga dia disebut pula sebagai "Bapak Puisi Modern (Berbahasa) Lampung".

Karyanya berserakan sila Googling, salah satu bukti Udo Zul adalah inspirasi, tercuplik salah satunya dari karya judul skripsi mahasiswi STKIP Muhammadiyah Kotabumi Lampung Utara bernama Melsa Hendralia: "Analisis Nilai-nilai Budaya Lampung dalam Kumpulan Sajak Mak Dawah Mak Dibingi karya Udo Z. Karzi dan Implikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas.", warsa 2010 silam.

Bonus info, Udo Zul jua peraih Penghargaan Kamaroeddin 2014 dari AJI Bandarlampung, dan Anugerah Tokoh Pilihan Duajurai 2018 Kategori Bahasa dan Sastra.

Pengingat, sebelumnya Udo Z Karzi pernah meraih Hadiah Sastra Rancagé 2008 untuk kumpulan sajaknya "Mak Dawah Mak Dibingi" terbitan 2007.

Berikutnya, Udo meraih Rancagé 2017 untuk karya fenomenalnya, "Negarabatin", terbitan Pustaka LaBRAK, Bandarlampung, tahun 2016 -roman pertama dalam karya sastra Lampung modern, roman biografis 200 halaman latar alam pedesaan di bilangan Kota Liwa, ibukota Kabupaten Lampung Barat kurun 1970-1986, berkisah tentang tokoh Uyung yang berulang kali mencoba "kabur" dari kampungnya (di Lampung Barat: "Pekon") yang miskin tapi karena kuatnya ikatan batin dengan tanah lahir, berulang kali pula Uyung (menyerah) pulang.

Secara berseloroh, tak kuat menahan rindu, si Uyung ini masih kalah dengan Dilan.

Agaknya, urusan hattrick, sekali ini Dilan yang harus akui keajiban dan keajaiban seorang Udo Zul, "musuh bebuyutan" prediksi bahasa Lampung sebagai bahasa ibu termasuk yang terancam bakal punah sekian warsa kedepan ini. Tiga kali gondol Rancagé.

Lampung bangga punya Anda. Tahniah, Udo! (Muzzamil)

Berita Terkini