TKA di Kabupaten Kendal Meningkat, Perlu Diwaspadai Potensi Konflik Sosial

Rabu, 12 Februari 2025 20:53
Ade
POLITIK: Para peserta kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat menyimak kegiatan yang difasilitasi Badan Kesbangpol Kendal di Aula Kecamatan Kaliwungu, Rabu (12/2/2025). Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Pendidikan politik masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah adanya konflik sosial, terlebih Kabupaten Kendal memiliki potensi yang luar salah satunya Kawasan Industri Kendal (KIK) yang ada di Kecamatan Kaliwungu.

Praktisi Pencegahan Konflik Masyarakat Pesisir, Rusmono Rudi Nuryawan atau yang akrab disapa Wawan menyebut, semakin bertumbuh kembangnya investasi KIK ini tentunya juga berdampak dengan meningkatnya jumlah TKA di kawasan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, secara langsung maupun tidak langsung berpotensi menimbulkan konflik sosial yang berasal perbedaan kultur, budaya, prilaku dan gaya hidup antara warga lokal dan tenaga kerja asing.

"Kedatangan pekerja dari luar negeri kan pasti berdampak sosial bagi masyarakat sekitar. Nah peran serta pemerintah juga perlu ditingkatkan akibat ledakan pekerja asing, salah satunya melalui pendidikan politik ini jadi agar masyarakat waspada dan siap menghadapi dampak sosial ini," katanya, saat menjadi narasumber kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat yang difasilitasi Badan Kesbangpol Kendal di Aula Kecamatan Kaliwungu, Rabu (12/2/2025).

Potensi Kaliwungu

Hal senada juga disampaikan narasumber dari Anggota DPRD Kendal Komisi A, Rubiyanto. Menurutnya, Kaliwungu memiliki potensi luar biasa terutama dengan adanya KIK, dimana KIK bisa menjadi jembatan dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kendal.

"Ada tiga permasalahan besar di Kendal yaitu banjir, sampah dan pengangguran. Jadi misalnya dengan adanya KIK ini pemerintah dapat menjembatani masyarakat untuk membuka lowongan pekerjaan yang sesuai standart di KIK," kata Totok sapaan akrab Rubiyanto.

Totok yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menyatakan, pendidikan politik ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat ikut berperan serta mendukung program-program bupati dan wakil bupati yang baru saja terpilih yakni Dyah Kartika Permanasari dan Benny Karnadi.

"Jadi meskipun kemarin berbeda pilihan maka sekarang tidak ada lagi perbedaan pendapat. Ayo disinkronkan dan saling menutupi supaya pembangunan di Kendal ini semakin maju. Pendidikan politik ini untuk memberikan pemahaman agar Kendal tetap kondusif," harapnya.

Sementara, narasumber lainnya yang juga anggota DPRD Kendal dari Fraksi PKS, Sulistyo Ari Bowo sekaligus Wakil Komisi D menyampaikan, KIK saat ini didominasi oleh Pemilik Modal Asing (PMA). Dan hal ini tentunya harus diwaspadai seiring masuknya budaya dari tenaga kerja asing di Kendal.

"Ini kita harus hati-hati dengan perkembangan disini. Pasti sebentar lagi pasti banyak tempat-tempat hiburan. Dan ini butuh penataan, butuh masukan dari masyarakat. Kalau tidak disini masyarakatnya seperti anak ayam dalam telur. Jadi jangan sampai disini kita tidak punya kesempatan di KEK," pungkasnya.(Anik).

Berita Terkini