Usia 80 Tahun, Desa Jepara Kecamatan Way Jepara Terus Berbenah

Senin, 24 Februari 2025 13:44
Suhartini, Kepala Desa Jepara Kecamatan Way Jepara Lampung Timur.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Terlahir dari hutan belantara sekitar 80 tahun silam, Desa Jepara Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, tercatat sebagai salah satu desa tertua di kabupaten itu.

Kini, dengan lahan pertanian dan perkebunan yang subur, usaha peternakan sapi dan kambing serta penduduk yang heterogen, geliat pembangunan di desa itu meskipun bergerak perlahan tapi mampu sejajar dengan desa tetangga atau desa kecamatan lain.

Dibawah kepemimpinan Suhartini, satu-satunya kepala desa wanita di kecamatan itu, menjadikan Desa Jepara kian bangkit. Lewat tangan dingin mantan abdi negara itu, Desa Jepara tak hanya maju pada pembangunan sejumlah infrastruktur, tapi kebangkitan ekonomi rakyat lewat UMKM, usaha pertanian dan perkebunan, peternakan serta perdagangan bergerak perlahan tapi pasti.

Istri dari Taufiq Gani, mantan anggota dewan tiga periode itu menuturkan, guna memajukan desa di segala bidang, dibutuhkan sentuhan secara sosial kemasyarakatan dengan humanis serta ketegasan yang tidak mencederai hati rakyat.
"Kalau kita tidak merangkul masyarakat dengan baik, omong kosong program pembangunan akan berjalan dengan baik dan optimal,"ujar Sukartini yang baru setahun jadi orang nomor satu di desanya.

Desa dengan luas sekitar 6 kilometer persegi dan jumlah penduduk 4.689 jiwa atau 1.530 KK, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari ibukota kecamatan, memiliki potensi pertanian seperti singkong, jagung dan pisang serta perkebunan seperti sawit, kelapa dan kakao, petwrnakan sapi dan kambing mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warganya.
"Di era 90-an, desa kita pernah jadi sentra penghasil kakao. Kini budidaya itu terus kita pertahankan,"ujar mantan Kabid PAUD Dinas Pendidikan Lampung Timur itu.

Pada bidang infrastruktur, Kades Suhartini menyulap lapangan sepak bola yang sebelumnya tak tersentuh pembangunan. Pada salah satu sisi lapangan dibangun tribun dan sekeliling lapangan dibangun lintasan olahraga atau joging track serta membangun ikon desa. Hal itu membuat lapangan jadi tertata rapi dan dimanfaatkan warga untuk berolahraga.
"Alhamdulillah saat ini lapangan sepak bola tampak rapi dan manfaatkan warga untuk berolahraga," ujar Suhartini.

Tahun ini, desa dengan capaian pajak PBB Rp60 juta lebih itu, mendapat kucuran Dana Desa (DD) Rp1,06 miliar meningkat dibanding 2024 yakni Rp903 juta. Anggaran pusat itu nantinya akan dimanfaatkan membangun drainase serta perbaikan puskesmas desa. Selain itu, dana tersebut disisihkan untuk Bumdes dan akan dimanfaatkan untuk usaha beternak itik petelur.
"Semua kegiatan dari DD tahun ini sudah terprogram. Kita berdoa semua berjalan optiman dan bumdes bisa meningkatkan ketahanan pangan,"ujar wanita dengan gelar sarjana pendidikan itu.

Selain DD, desa tersebut pernah mendapat bantuan dana aspirasi dewan provinsi. Bantuan tersebut tak berupa uang tunai, tapi pembangunan jalan onderlach sepanjang 450 meter. Selain itu, sepanjang tahun, tidak kurang 30 warga penerima bantuan BLT DD.
"Kita berdoa semoga Desa Jepara maju, sehahtera dan sejajar dengan desa lain di Lampung Timur,"pungkas Suhartini.
(Khairuddin)

Berita Terkini