Pedagang Pengecer Gula Putih Kristal Lampung Timur Keluhkan Isi Karung Diculasi

Rabu, 12 Maret 2025 11:12
Pedagang pengecer gula putih kristal

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM--- Pedagang pengecer gula putih kristal di sejumlah pasar Kabupaten Lampung Timur mengeluhkan isi gula dalam karung tak sesuai alias isi diculasi. Akibatnya, pedagang merugi hingga jutaan.

Zaini, pedagang bahan pokok Pasar Way Jepara menuturkan, untuk mengisi berbagai kebutuhan pokok di warung yang disewa sejak dua tahun lalu, bersangkutan memesan barang dagangan dengan sejumlah distributor.

Termasuk gula putih kristal, ia pesan dengan distributor di Kota Metro. Dari beragam merek gula putih kristal yang beredar, Zaini memilih gula putih ktistal merek "Rose Brand" produksi PT. Adikarya Gemilang anak perusahaan Sungai Budi Group.

Karena modal terbatas, Zaini paling banyak memesan bahan pemanis itu tiga hingga lima karung isi 50 kilo. Tiap karung dipatok harga Rp800 ribu lebih per karung. Mulanya, isi karung sesuai dengan yang tertera yakni 50 kilo. Tapi sejak dua bulan terakhir, isi karung diculasi hingga tiga kilo perkarung.

"Setelah saya kemas ke dalam plastik ukuran satu kilo", isi karung hilang sampai tiga kilo lebih dan nggak cukup 50 kilo,"ujar Zaini Rabu (12/3).

Atas kejadian itu, Zaini lalu menghubungi distributor. Oleh distributor, gula yang isinya kurang dari 50 kilo itu ditarik dan uang dikembalikan.
"Saya nggak bisa bayangkan berapa ribu ton isi karung dikurangi dan pedagang sangat dirugikan,"ujarnya.

Merasa dirugikan, Zaini lalu pindah distributor di Sribhawono. Tapi hal yang samapun terjadi. Dengan gula merek yang sama, isi karungpun raib lebih dari tiga kilo per karungnya.

Saat bersangkutan komplain, pihak sales enggan memberi penjelasan dan tidak mau menarik gula yang telah dipesan.
"Kalau distributor Metro gula ditarik uang saya dikembalikan. Tapi distributor Sribhawono nggak mau tau,"keluh Zaini.

Karena ini fakta yang terjadi, ia berharap pemerintah atau pihak terkait secepatnya operasi pasar dan mengecek semua kebutuhan pokok.
"Ini betul2 terjadi dan menimpa diri saya. Apakah ini perbuatan distributor atau perbuatan pabrik,"pungkasnya.

Hal yang sama juga menimpa pedagang pengecer di Braja Selebah, Labuhanratu dan pasar lainnya kabupaten itu. Isi karung gula putih kristal dengan merek terkenal itu tak sesuai atau dikurangi hingga tiga kilo lebih tiap karungnya.
(Khairuddin)

Berita Terkini