Bandara A Yani Jadi Internasional, Penerbangan ke Karimunjawa dan Blora Dibuka untuk Topang Pariwisata

Senin, 28 April 2025 14:02
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mengecek Bandara Dewadaru Jepara

JEPARA, HELOINDONESIA.COM - Kawasan wisata Karimunjawa di Jepara dan Kabupaten Blora memperoleh berkah setelah Gubernur Ahmad Luthfi berhasil mengembalikan status Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi internasional. Bandara ini menjadi pintu gerbang investasi dan pariwisata di wilayah Jawa Tengah.

Khusus di dua wilayah itu, Karimunjawa (Kabupaten Jepara) dan Blora, dibuka kembali bandara perintis, yakni Bandara Dewadaru Jepara dan Ngloram Blora. Keduanya bakal menjadi penopang sektor pariwisata dan investasi di wilayah utara Jateng.

"(Status internasional) ini secara langsung akan menyiapkan Jateng sebagai pintu gerbang (pariwisata) investasi. Mempermudah dengan adanya bandara internasional. Kita juga akan membuka bandara-bandara perintis. Adapun yang sekarang kita lakukan adalah di wilayah Karimunjawa khususnya Dewandaru dan Blora," kata Ahmad Luthfi saat mengecek Bandara Dewadaru, Jepara, Minggu 27 April 2025.

Baca juga: Bobocabin Baturraden Banyumas, Staycation Nyaman dan Sensasi Sarapan di Tepi Air Terjun

Pembukaan bandara perintis itu didasari kejelian Ahmad Luthfi yang mengetahui agenda internasional di Karimunjawa. Diketahui, akan digelar Internasional Karimunjawa Skydinging and Adventure (KISA) pada 7-11 Mei 2025. Agenda besar ini akan diikuti peserta dari hampir 59 negara di dunia.

Agenda internasional ini akan menjadi momen pas untuk mempromosikan Jawa Tengah. Bukan hanya pariwisata dan investasi saja, tapi juga pelayanan terbaik dari Bandara A Yani yang statusnya sudah kembali jadi internasional. Termasuk layanan bandara-bandara perintis yang disediakan di Jawa Tengah. Apalagi di tahun sebelumnya, ada sekitar 7 ribu penerbangan dalam setahun, sehingga nantinya bisa meningkat.

Wisatawan Domestik

Selain menargetkan turis mancanegara, Ahmad Luthfi juga berharap wisatawan domestik akan meningkat. "Bandara perintis akan menambah daya dukung pariwisata di Jateng. Bahwa Karimunjawa merupakan pariwisata zona hijau yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik," katanya.

Lebih lanjut, dengan status internasional-nya Bandara A Yani Semarang maka semakin meneguhkan prioritas pengelolaan pariwisata dan salah satunya Karimunjawa. "Karimunjawa akan 'dijual' ke dunia internasional," tegasnya.

Baca juga: Toiran Puas, Bhayangkara Buka Kans Lolos Grand Final Proliga Usai Cukur Samator

Di sisi lain, Ahmad Luthfi telah memerintahkan pada Dinas Perhubungan agar segera berkomunikasi terkait shift penerbangan, yakni pesawat dari mana dan tujuan ke negara mana. "Tapi prinsip, banyak negara yang akan membuka penerbangan ke Jateng," ungkapnya.

Sebelumnya, Per tanggal 25 April 2025, Bandara A Yani Semarang kembali berstatus menjadi bandara internasional. Penetapan status ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan  Nomor 26 tahun 2025. Hal ini sekaligus sebagai kado yang indah di hari ke-64 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jateng. (Aji)

Berita Terkini