LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, menyatakan dukungannya terhadap program hilirisasi komoditas singkong yang diinisiasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, saat menghadiri Sosialisasi Hilirisasi Pengembangan Komoditas Olahan Singkong di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Tubaba.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan pemerintah ingin mengubah posisi Lampung dari sekadar penghasil bahan baku menjadi pusat industri pangan berbasis singkong. Untuk mendukung hal tersebut, Kemenperin akan membangun Balai Diklat Industri (BDI) di Lampung yang difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia sektor agro.
Menurut Faisol, penguatan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing industri, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja.
Menanggapi hal itu, Eri Budi Santoso menegaskan Tubaba sebagai salah satu sentra produksi singkong di Lampung siap mendukung program hilirisasi nasional.
"Hilirisasi singkong menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus menjaga harga di tingkat petani. Kami berharap pembangunan BDI dapat mendorong pelaku UMKM dan generasi muda mengembangkan produk olahan singkong yang bernilai tambah," ujarnya.
Pemkab Tubaba, lanjut Eri, berkomitmen menyiapkan iklim investasi yang kondusif serta mendukung kebijakan pemerintah pusat guna mempercepat pengembangan industri pengolahan singkong di daerah.
(Rohman)