Presiden Trump Saat di UEA Disambut Tarian Wanita Kibaskan Rambut, Kok Bisa?

Sabtu, 17 Mei 2025 14:14
Presiden Trump disambut dengan tarian memutar rambut di UEA dailymail

HELOINDONESIA.COM -Presiden Donald Trump menghadiri jamuan makan malam kenegaraan ketiga dalam tiga malam pada Kamis malam, kali ini di Istana Presiden Abu Dhabi.

Setibanya di lokasi, ia disambut puluhan anak-anak yang melambaikan bendera AS dan UEA, serta para perempuan yang menampilkan tarian tradisional Al-Ayyala dengan gerakan mengibaskan dan memutar rambut mereka.

“Saya suka!” ujar Trump saat melintas di antara para penari pada 15 Mei 2025 waktu setempat.

Acara tersebut digelar oleh Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Trump didampingi sejumlah anggota Kabinet dan penasihat utama, termasuk Kepala Staf Susie Wiles, Sekretaris Pers Karoline Leavitt, Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, serta Stephen Miller yang dikenal sebagai tokoh garis keras dalam isu imigrasi dan akrab dengan sang emir.

"Ini budaya yang luar biasa," tambah Trump.

Sepanjang kunjungannya ke tiga negara Timur Tengah—dimulai dari Arab Saudi, dilanjutkan ke Qatar, dan berakhir di UEA—Trump tampak antusias mengamati kemegahan istana-istana yang ia kunjungi.

Apa itu tarian AL Ayyala yang dimainkan perempuan

Tarian Al-Ayyala yang dimainkan oleh perempuan di Uni Emirat Arab adalah bagian dari pertunjukan tradisional yang melibatkan sekelompok wanita mengenakan gaun putih dan mengibaskan rambut panjang mereka secara serempak dari sisi ke sisi.

Gerakan kibasan rambut ini dilakukan mengikuti irama musik genderang dan nyanyian puisi yang dilantunkan oleh para pria di belakang mereka.

Tarian ini menambah keindahan visual dan ekspresi emosional pada pertunjukan yang secara keseluruhan menirukan adegan pertempuran dan melambangkan persatuan serta kebanggaan budaya.

Dalam konteks budaya UEA, perempuan tidak diwajibkan menutup rambutnya, sehingga kibasan rambut menjadi elemen ekspresif yang khas dalam Al-Ayyala. Tarian ini biasanya dipentaskan dalam acara pernikahan, perayaan nasional, dan sambutan resmi seperti kunjungan kenegaraan

Tarian Al-Ayyala telah diakui secara internasional, khususnya oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda umat manusia sejak 2014. Pengakuan ini menunjukkan bahwa tarian tersebut dihargai dan diakui oleh komunitas internasional sebagai bagian penting dari warisan budaya dunia, bukan hanya oleh negara asalnya, Uni Emirat Arab dan Oman. Selain itu, tarian ini juga sering dipentaskan dalam berbagai acara internasional dan kerja sama budaya, seperti pertunjukan delegasi budaya UEA .***

Berita Terkini