LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengelar Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkonas) ke-34 Tahun 2025 di Grand Ballroom éL Royale Hotel, Jl. Merdeka Nomor 2, Kota Bandung, Jawa Barat, 4-6 Agustus 2025.
Dari Lampung, hadir Ketua APINDO Lampung Ary Meizari Alfian. Dia membawa misi pentingnya semangat incorporated untuk mengejar target Indonesia Emas 2045. “Kita perlu bekerjasama," katanya.
Ary Meizari Alfian hadir bersama Sekretaris Dr Yanuar Irawan, Ketua Wantim Ardiansyah, Waka Wantim Dr Andi Desfiandi, Waka Adi Susanto, Wasek Ajie Munawar dan Mico Periyando, Waben Junaedi; Kabid Litbang, Pendidikan, Pengembangan SDM, Dr Firmansyah YA; Kabid Sosial dan Kesehatan, Enita Agustri; anggota Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemberdayaan Daerah, Oktiyas Apriza; dan tiga mahasiswi pemagang.
Di Paris van Java, julukan Kota Bandung itu sejak Zaman Kolonial Belanda DPP APINDO Jawa Barat selaku tuan rumah, mengusung tema Rakerkonas 2025: "Dengan Semangat Indonesia Corporated Menuju Indonesia Emas 2045".
Rakerkonas 2025 juga dimeriahkan APINDO Expo & UMKM Fair 2025. Sebelum pembukaan, Launching Buku ESG Meriahkan Welcome Dinner Rakerkonas Apindo.
"Makanya topiknya kita ambil temanya kebersamaan ini melalui spirit semangat Indonesia Incorporated, bagaimana kita bisa mencapai Indonesia maju," kata Ketua APINDO Pusat Shinta Widjaja Kamdani.
Jadi di sini, apapun halangan dan tantangan dihadapi, salah satu di dalam Indonesia Incorporated," pungkasnya.
Senin (4/8/2025), hari pertama pembukaan Rakerkonas 2025 tiba. Total hadirin peserta: 53 orang unsur Dewan Pimpinan Harian DPN APINDO 2023–2028 dinahkodai ketua umum perempuan pertama, Shinta Widjaja Kamdani; 41 orang Dewan Pertimbangan (Wantim) DPN APINDO dipimpin Ketua Sofjan Wanandi, lalu (dua struktur baru) unsur Dewan Pakar yang diketuai Mari Elka Pangestu dan 22 orang unsur Dewan Kewirausahaan DPN APINDO, serta unsur 36 DPP APINDO se-Indonesia; serta hadirin tetamu, ada 700, sumringah.
Semirip rundown tahun-tahun lalu, menyitat keterangan ketua penyelenggara, Eddy Hussy, Senin (4/8/2025), Rakerkonas 2025 diawali pendahuluan berupa Pameran dan Bazar UMKM yang dibuka Senin siang, dirangkai Welcome Dinner malamnya.
Eddy mengkirka Rakerkonas hari kedua bakal dihadiri lebih dari seribu tetamu. "Mungkin kalau besok (hari ini, red) pembukaan itu bisa 1.000-an lebih. Seribuan lah, bukan ribuan. Jadi ini luar biasa," ujar Waketum APINDO ini.
"Sungguh semangat ini, baru malam pertama semua sudah bernyanyi, menari, sudah berjoget. Kayaknya baru mulai ini udah semangatnya luar biasa. Saya bisa melihat itu. Terutama antusiasme dari teman-teman yang memakai baju daerah dan mereka sangat bangga," komentar berbinar Ketum Shinta.
Pun Ketua APINDO Jabar Ning Wahyu Astutik, "rangkaiannya heboh ya, seru gitu," ujar ia.
Lanjut Selasa (5/8/2025) ini, taja Pembukaan turut dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jabar Deddy Mulyadi, Ketua DPRD Jabar, Walikota Bandung M Farhan; diisi pleno pengurus DPN APINDO bersama DPP APINDO se-Indonesia, laporan DPN APINDO dan DPP APINDO se-Indonesia Juli 2024-Juli 2025.
Sesuai AD/ART APINDO, dua kategori peserta Rakerkornas unsur DPP yakni peserta penuh (ketua-sekretaris), dan peninjau (10 orang).
Selain Ketua APINDO Jawa Barat 2021–2026 Ning Wahyu Astutik, tuan rumah; hadir 35 sejawatnyi dari Sabang sampai Merauke, dari Bumi Serambi Mekkah hingga Bumi Anim Ha —tanah leluhur, merujuk Kabupaten Merauke, Papua Selatan, selain Merauke "Kota Rusa".
Yakni Ramli (Aceh), Prof Dr Haposan Siallagan MH (Sumut), Wijatmoko Rah Trisno (Riau), Stanly Rocky (Kepri), AE Rina Pangeran (Sumbar), John Kennedy (Jambi), Sutarman (Bengkulu), Sumarjono Saragih (Sumsel), Nuradi Wicaksono (Kepulauan Babel), dan Ary Meizari Alfian (Lampung), asal Sumatra.
Lalu, Tomy Rachmatullah (Banten), Solihin (DKI Jakarta), Frans Kongi (Jateng), Buntoro (DI Yogyakarta), Eddy Widjanarko (Jatim), Nengah Nurlaba (Bali), Wayan Jaman Saputra (NTN), Bobby Patoby (NTT); Bali Nusra.
Lalu, Winardi Sethiono (Kalsel), Frans Martinus (Kalteng), Herry Johanes (Kalbar), Dr Abriantinus (Kaltim), Peter Setiawan (Kaltara), Suhardi (Sulsel), Abu Syarif (Sultra), Arman Salimin (Sulbar), Wijaya Chandra (Sulteng), Marhani Usman (Gorontalo), dan Nicho Lieke (Sulut), Kalimantan-Sulawesi.
Lalu Robert Tanamal (Maluku), Gazali (Maluku Utara), Tulus Sianipar (Papua), Muliawan Margadana (Papua Barat), Fransiskus Pekei (Papua Tengah), dan Herman Basik (Papua Selatan); Kepulauan Maluku dan Pulau Papua.
Tercatat belum terbentuk di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya, tercatat ketua tiga DPP berstatus Caretaker, yakni Bengkulu, Papua Barat, dan Papua Tengah; tercatat pula, tiga DPP diketuai perempuan: Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo. (Muzzamil)