Penuh Khusyuk, Ratusan Jemaah Jalani Salat Gerhana Bulan di Masjid Agung Jawa Tengah

Senin, 8 September 2025 12:11
Ahli falak Prof Izzuddin dan imam sholat MAJT KH Zaenuri Ahmad AH saat menyaksikan fenomena gerhana bulan di serambi masjid.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Fenomena gerhana bulan penumbra yang terjadi dini hari, Senin dinihari 8 September 2025 mengundang ratusan jemaah untuk melaksanakan shalat khusuf di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang.

Sejak pukul 01.30 WIB, shaf jemaah mulai terisi rapi di ruang utama masjid yang berarsitektur megah.

Shalat khusuf dipimpin KH Zaenuri Ahmad AH yang bertindak sebagai imam. Suasana hening menyelimuti ruangan ketika takbir pertama menggema, diikuti lantunan tasbih, tahmid, dan istighfar. Dua rakaat shalat dengan rukuk dan sujud panjang dijalankan dengan penuh kekhusyukan, menyertai redupnya sinar bulan yang tertutup bayangan Bumi.

Baca juga: Koleksi 21 Emas, PASI Jateng Sabet Juara Umum Kejurnas Atletik

Usai shalat, khutbah khusuf disampaikan Prof Dr KH Ahmad Izzuddin MAg yang menjabat Ketua Umum Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara.

Dalam khutbah bertema Harmoni Kosmik dan Tanda Kebesaran Allah SWT, dia mengingatkan eamaah bahwa gerhana merupakan bagian dari keteraturan alam yang menjadi ayat kebesaran Sang Pencipta.

“Gerhana bukan kebetulan, melainkan tanda keteraturan kosmik. Bumi, Bulan, dan Matahari tunduk pada sunnatullah,” ujarnya.

Perkuat Keimanan

Prof Izzuddin menukil QS Fushshilat:53, mengajak jemaah menatap fenomena alam dengan mata dan hati, serta memperkuat keimanan melalui keteraturan orbit dan pergantian siang malam.

Di pelataran masjid, sejumlah santri dan penggemar astronomi turut mengamati gerhana dengan teleskop, mendokumentasikan fase-fase peredupan cahaya bulan hingga muncul semburat merah tembaga. Zikir dan doa-doa panjang terus terdengar, menghadirkan suasana teduh hingga menjelang azan subuh.

Sekitar pukul 04.00 WIB, bulan kembali menampakkan sinarnya, menandai berakhirnya fenomena alam tersebut. Jamaah pun meninggalkan MAJT dengan rasa takjub dan ketenangan, membawa pesan bahwa di balik peredaran benda langit terdapat tanda kebesaran Allah SWT yang patut direnungkan. (Aji)

Berita Terkini