Bapanas Bersama Satgas Pangan Mabes Polri Monitoring Penyaluran Jagung SPHP di Kendal

Jumat, 10 Oktober 2025 11:01
Bapanas bersama Satgas Pangan Mabes Polri saat memonitor penyaluran jagung SPHP di Kendal. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Mabes Polri didampingi Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Satgas Pangan Polda Jateng, Bulog Wilayah Jateng serta Dinas Pertanian dan Pangan Kendal melakukan monitoring penyaluran jagung pasokan dan harga pangan (SPHP) kepada peternak anggota Koperasi Peternak Unggas Sejahetra (KPUS) Kendal.

Rombongan yang didampingi oleh Ketua KPUS, H Suwardi mendatangi kantor KPUS Kendal dan ke beberapa lokasi peternakan.

Baca juga: Kenali Masalah Pada Kulit Wajah dan Cara Mengatasinya Agar Bisa Menua Namun Tetap Cantik

Dalam monitoring ke kantor KPUS Kendal H. Suwardi menyampaikan bahwa hingga hari ini jagung SPHP yang telah disalurkan mencapai sekitar 520 ton untuk 176 peternak skala kecil mikro sesuai SK dari Bapanas.

"Sampai tanggal 9 Oktober 2025, kami sudah menyalurkan jagung sejumlah 520 ton untuk 176 peternak skala kecil mikro sesuai SK dari Bapanas," terangnya di Kendal, Kamis 9 Oktober 2025.

Kemudian lanjut Suwardi untuk yang di wilayah Batang juga telah disalurkan kepada 21 peternak dengan total jagung SPHP sebanyak 33 ton.

"Kami juga berharap agar jugung untuk anggota KPUS segera direalisasikan karena sudah ditunggu oleh peternak," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi yang menjabat sebagai anggota DPRD Kendal ini mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah mengeluarkan program jagung SPHP yang bertujuan menstabilkan harga jagung serta melindungi peternak dari kenaikan biaya pakan.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengeluarkan jagung SPHP untuk peternak kecil. Terima kasih juga kepada Dirjen PKH Kementan, Bapanas, Bulog serta Satgas Pangan apolri yang cepat dan tepat melaksankan perintah Bapak Presiden," ucap Suwardi.

Apresiasi

Sementara, dari Bapanas, Freddy dalam sidak menyampaikan apresiasi pada ketua dan pengurus KPUS yang cepat dan sigap telah berhasil menyalurkan jagung SPHP untuk peternak kecil mikro.

"Karena saat ini peternak kecil dan mikro yang diutamakan dalam penyaluran jagung SPHP tersebut. Dari sisi administrasi saya liat tadi sudah sesuai dalam pedoman penyaluran. KPUS ini bisa sebagai teladan untuk koperasi yang lain," katanya.

Baca juga: Konfercab IX PWI Tanggamus, Wakil Bupati Ajak Pers Jaga Profesionalisme dan Independensi

Freddy juga menyampaikan pesan dari Kepala Bapanas agar dalm penyaluran ini mematuhi juknis, sehingga nantinya tidak ada permasalahan.

"Pak Kepala Bapanas juga minta harga telur dijaga agar seimbang supaya tidak terjadi kegaduhan pada konsumen," imbuhnya

Kompol Hendra Krisnawan dari Satgas Pangan Pusat menegaskan, agar tidak ada penyelewengan dalam penyaluran jagung SPHP.

"Jagung SPHP ini sesuai peruntukannya jangan ada yang main-main karena ada uang negara dan satgas tidak akan segan-segan menindak penyelewengan," tegasnya.

Disisi lain, Kompol Hendra Krisnawan juga menyaikan apresiasi kepada KPUS yang menyalurkan jagung SPHP dengan harga Rp 5.400 perkilogrm. Padahal menurut ketetapan pemerintah harga jagung SPHP dilepas Rp 5.500 perkilogram.

"Tetapi ini yang tersampaikan ke peternak anggota KPUS harganya bisa Rp 5.400 perkilogram, padahal penyebaran anggota peternak KPUS ada Di 8 kabupaten dan harganya sama," terangnya.

Ia meminta, kinerja pengurus KPUS bisa menjadi contoh koperasi-koperasi yang lain, dimana KPUS mengutamakan anggotanya yang kecil dan mikro.

Baca juga: Pemkab Kendal Berikan Sertifikat Hasil Audit Kearsipan Internal OPD dan Kecamatan

Sementara, Manajer OPP Bulog Jawa Tengah mewakili Pinwil, Dwi Yuniarko menjelaskan, bahwa stok saat ini yang tersedia di Jawa Tengah baru 10 persen dari kebutuhan peternak sesuai SK dari Bapanas.

"Atas petunjuk dari bulog pusat bahwa kebutuhan jagung untuk peternak di Jawa Tengah akan di ambilkan dari NTB dan Sulawesi Selatan, InsyaAllah mulai minggu depan sudah masuk Jawa Tengah," jelasnya.

Dwi juga menyampaikan bahwa Bulog Jawa Tengah akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memenuhi kuota sesuai dalam SK Bapanas sampai dengan akhir bulan Oktober ini.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kuota jagung SPHP sampai akhir Oktober ini. Kami berterima kasih atas kerjasama dengan KPUS sudah lama terjalin," pungkasnya.(Anik)

Berita Terkini