Terungkap di Kendal, Satu Penerima BLT DBHCHT Dicoret karena Gunakan Rekening untuk Judol

Jumat, 10 Oktober 2025 18:45
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat sosialisasi penyaluran BLT DBHCHT di kantor Kecamatan Pegandon. Foto: Anik

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Terungkap, satu calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terpaksa gigit jari karena bantuannya dihentikan lantaran rekeningnya ketahuan terindikasi untuk transaksi judi online.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari sosialisasi penyaluran BLT DBHCHT di kantor Kecamatan Pegandon, Jumat 10 Oktober 2025,

Baca juga: Guru Besar Farmasi Unair Ciptakan Konsep Bar yang Menyajikan Minuman Herbal dan Sehat

Menurutnya, temuan tersebut terdeteksi langsung saat pemeriksaan oleh Pusat Data dan Informasi atau Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.

"Jadi rekening penerima manfaatnya itu pernah digunakan untuk transaksi judol. Karena sudah terintegrasi dengan (Pusdatin) Kementerian Sosial itu kemudian dicoret," terangnya.

Dijelaskan, meski hanya satu penerima yang diblacklist oleh Pusdatin, namun Bupati Tika berharap hal serupa tidak kembali dilakukan warga agar bantuan dari pemerintah tidak dihentikan.

"Rekening yang didaftarkan itu sudah pernah digunakan untuk transaksi. Jadi sudah langsung diblacklist, kalaupun diusulkan kembali, sudah tidak bisa,. Karena itu langsung dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Jangan Terlibat

Ia berpesan kepada masyarakat di Kendal agar tidak terlibat dengan judol. Terlebih menggunakan rekening BLT DBHCHT untuk transaksi.

"Padahal kita berharap kan bantuan ini dapat membantu mereka apalagi harga tembakau kan masih turun. Tapi kalau kemudian dicoret karena rekeningnya digunakan judol kan jadi sayang," imbuhnya..

Senada, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kendal, Muntoha menyampaikan, saat ini kementerian masih terus melakukan pengecekan untuk memastikan rekening penerima BLT DBHCHT tepat sasaran.

"Ini masih terus dicek lagi. Semoga tidak ada kejadian serupa," harapnya. (Anik)

Berita Terkini