Wagub Taj Yasin Tegaskan Roan di Pesantren Bukan Pemaksaan

Jumat, 17 Oktober 2025 21:54
Wagub Jateng Taj Yasin dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat hadir dalam acara Resik-resik Pondok (Roan) dan Siaga Bersatu di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Jambearum

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Setelah kisruh yang dipicu sebuah tayangan konten dari salah satu stasiun televisi yang dianggap menghina dunia pondok pesantren baru-baru ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menekankan budaya Ro'an di pondok pesantren  yang telah lama ada dan bukan pemaksaan.

Hal ini ia sampaikan saat hadir dalam acara Resik-resik Pondok (Ro'an) dan Siaga Bersatu di pondok pesantren Hidayatul Mubtadi'in Desa Jambearum, Kecamatan Patebon Kendal, Jumat 17 Oktober 2025.

Baca juga: LKMM TD USM, Sudarmono Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi

Taj Yasin menegaskan, roan yang dilakukan oleh para santri merupakan bagian dari mencari berkah, melalui kerja bakti atau gotong royong. Dan ro'an bukan pemaksaan.

"Ro'an adalah pendidikan yang bukan hanya berisi ilmu tetapi juga akhlakul karimah dan etika, bukan pemaksaan sebagaimana zaman feodal, tetapi bagian dari pembelajaran setiap santri. Termasuk saya dan kakak saya juga melakukan itu," ujarnya.

Bersama ratusan santri dari pondok pesantren setempat, Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, ro'an berasal dari kata Arab 'tabarrukan' yang berarti mengharapkan berkah, yang kemudian disingkat menjadi rukan, lalu menjadi roan.


Kerja Bakti
Bagi santri, lanjutnya, ro'an adalah kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan pesantren dengan bergotong royong.  Ro'an merupakan pembelajaran moral yang dilakukan oleh kiai, dan dilakukan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara Mesir dan Arab Saudi.

"Ro'an ini kerja bakti atau gotong royong dan bukan pemaksaan seperti zaman feodal. Waktu saya di Suriah dan kakak saya di Saudi juga melakukan hal yang sama," tegasnya.

Dia mencontohkan, saat belajar di Suriah, setiap hari, dirinya melakukan ro'an dengan mencuci 300 tempat makan santri setiap hari. Selama 3-4 jam tangannya harus berkutat dengan piring besi yang lebih berat dari piring lazimnya. "Bayangkan saat musim dingin, dengan cuaca di minus dua derajat, 3-4 jam harus mencuci piring-piring seperti itu," bebernya.

Baca juga: Menbud Fadli Zon: Bangsa yang Besar Adalah Bangsa yang Tidak Pernah Melupakan Akar Budayanya

Oleh karenanya, melalui peringatan Hari Santri Nasional, Gus Yasin mengajak para santri untuk mengingat sejarah resolusi jihad, dengan membangun bangsa dan merawat negara. Melalui ro'an, dia mengajak santri untuk merefleksikan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait adanya siaran televisi yang menyinggung tentang ro'an di lingkungan pesantren, Gus Yasin menyayangkan tayangan yang tidak melalui telaah lebih dalam. Dia mengingatkan agar dalam setiap muatan, televisi menjalankan kode etik, dengan siaran yang baik.

"Tayangan kemarin tanpa telaah yang benar apa sebenarnya ro'an,  dan pembelajaran apa yang diberikan kepada para santri melalui ro'an, yaitu akhlak dan sikap yang baik," ujarnya.

Dukung Ponpes

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan dalam rangkaian Hari Santri 2025 ini, kegiatan Siaga Bersatu yang biasanya menyasar ke desa-desa kini hadir di pondok pesantren. Dimana Pemkab Kendal juga menghadirkan layanan adminduk untuk santri (Lastri).

Selain itu Bupati Tika Ia juga menyampaikan bahwa, Kabupaten Kendal akan terus mendukung program-program bagi para santriwan dan santriwati serta pondok pesantren.

"Kita berharap para santri ini dapat menjadi generasi emas yang akan  menggantikan kami," harapnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga meminta doa kepada Wagub Taj Yasin dan seluruh santri agar Kabupaten Kendal dapat meraih peringkat pertama dalam Pesantren Award tahun 2025 kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

"Kabupaten Kendal masuk dalam nominasi Pesantren Award. Bulan lalu kami sudah presentasi di Kementerian Agama Jakarta. InsyaAllah tanggal 20 Oktober 2025 pengumuman pemenang. Kami berharap Kabupaten Kendal mendapatkan rangking yang pertama," terangnya.(Anik)

Berita Terkini