SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dua pekan yang lalu, jembatan kali Beringin yang menghubungkan antara wilayah Mangunharjo dengan Tambaksari ambrol karena diterjang banjir dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu. Jembatan ini merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk memulai aktivitas.
Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menyikapi ambrolnya jembatan tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan memastikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Baca juga: Rumah Pengacara di Kemiling Dibobol Maling Lewat Atap, Kerugian Capai Rp 200 Juta
Sejak kejadian, jajaran perangkat daerah terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sebagai langkah awal terhadap tingkat kerusakan infrastruktur.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami langsung meminta rekan-rekan OPD terkait untuk langsung menuju lokasi guna pengecekan keseluruhan. Ini memang jembatan lama, dibangun tahun 1996 dan kondisinya sudah tidak mampu menahan beban banjir yang semakin ekstrim. Karena itu, penanganan harus kita lakukan secara menyeluruh, tidak hanya jembatannya saja, tetapi juga sungai dan bantaran di sekitarnya," ujar Agustina di Semarang, Kamis 29 Januari 2026.
Dirinya menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi yang terjadi belakangan ini, sebagaimana peringatan dari BMKG, berdampak signifikan bagi Kota Semarang yang secara geografis merupakan wilayah lowland (dataran rendah). Aliran air dari wilayah atas yang minim resapan menyebabkan debit air langsung mengalir ke hilir dan muara, sehingga memperbesar resiko banjir dan gerusan infrastruktur.
“Air hujan dari wilayah atas langsung masuk ke Kota Semarang karena daya resapnya sudah sangat berkurang. Fenomena alam ini membuat tekanan pada sungai dan jembatan semakin besar,” ujarnya.
Selain perbaikan jembatan, Pemerintah Kota Semarang akan memprioritaskan penataan bantaran sungai, normalisasi alur air, serta evaluasi kapasitas saluran dan selokan besar yang masih memungkinkan untuk dijangkau. Langkah ini dinilai lebih efektif sebagai solusi jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir.
Baca juga: Mengenal Fisabilainy Ikza, Mahasiswa Akuntansi USM Juara 1 Olimpiade Sains Bahasa Arab
Agustina juga telah menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah, bersama Bappeda, Dinas PU, BPBD, dan OPD terkait, untuk melakukan pengecekan langsung serta mengoptimalkan dana operasional dan pemeliharaan guna menyelesaikan persoalan banjir, khususnya di wilayah timur dan barat Kota Semarang.
“Kita fokuskan pada perbaikan yang berdampak langsung. Tidak harus selalu dengan anggaran besar, tapi tepat sasaran. Saluran yang sudah ada kita optimalkan, dan jika di atasnya terdapat bangunan, akan kita komunikasikan secara baik dengan warga,” jelasnya. (Aji)