Ratusan Siswa Di Tiga Sekolah Kemiling Diduga Keracunan Makan MBG

Senin, 16 Februari 2026 22:20
Foto ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Usai menyantap Makan Bergizi Gratis ( MBG),6 siswa dari tiga sekolah di wilayah kecamatan Kemiling diduga keracunan.

Keenam korban yang diduga keracunan MBG yakni , SDN 4 Sumber Rejo 2 orang dirawat masing-masing 1 siswa di RS Bhayangkara dan 1 siswa lainya di RS Bintang Amin. Sedangkan MI Al Munawaroh 2 orang dirawat RS Beleza, sementara dari SMPN 14 Bandarlampung, 1 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kemiling,

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan, pasien yang masih dirawat enam orang.kita mendapatkan laporan terbaru dari Puskesmas Kemiling,yang sempat dirawat sebanyak 6 orang dari total tiga sekolah yang terdampak.

Satu siswa yang sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara juga sudah pulih dan kembali ke rumah.

" Sebenarnya ada 13 siswa lagi yang sempat keracunan, karena penangananya cepat,hanya menjalani rawat jalan di Puskesmas Kemiling,saat ini kondisinya sudah membaik," ujarnya.

" ada ratusan siswa dari tiga sekolah itu mengalami gangguan pencernaan massal usai menyantap MBG dengan sumber dapur di SPPG Kemiling Sumber Rejo, pada Rabu 13 Febuari 2026," ungkap Kadiskes Kota Bandarlampung Muhtadi.

Pertama di SDN 4 Sumberrejo terdapat 77 siswa terdampak, sembilan guru dan satu orang tua. Selanjutnya yang kedua di SD Al Munawaroh terdapat 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta satu orang tua guru. yang ketiga di SMPN 14 Bandarlampung terdapat 43 siswa terdampak.

" Apalagi MBG ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), karena ada beberapa standar teknis yang masih harus dipenuhi, sehingga rekomendasi izin belum diterbitkan," jelasnya.

" Alhamdulillah, para korban ini tidak mengalami hal buruk, hanya menjalani rawat jalan, sedangkan yang lainnya mendapatkan perawatan intensif.Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang tepat hingga benar-benar pulih.

Saya intruksikan petugas Puskesmas Kemiling dan Bringin Raya terus memantau perkembangan mereka,sambil menunggu hasil investigasi, ternyata pasokan makanan dari satu titik pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kemiling, tempat pengolahan makanan tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," paparnya.

" Kita tunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan sisa makanan guna memastikan sumber penyebab para penerima manfaat MBG di duga keracunan," jelasnya.

" Pihaknya akan memastikan apakah berasal dari bahan baku atau proses pengolahannya. termasuk melakukan audit proses pengolahan makanan di SPPG terkait, serta mendorong seluruh penyedia jasa boga melengkapi perizinan kesehatan sebelum beroperasi penuh," tegasnya.

" Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah menginstruksikan puskesmas setempat untuk melakukan pendampingan berkala terhadap korban rawat jalan," tandas Muhtadi.( Hajim)

Berita Terkini